serba serbi
KUNINGAN Tidak Boleh Mebanten Lewat Jam 12 Siang, Ini ALASANNYA
Kuningan besok 18 Juni 2022, akan menjadi hari raya penting setelah Galungan. Biasanya umat Hindu akan mebanten sebelum jam 12 siang.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Dan akan balik ke alam niskala, pada pagi hari sebelum (tengai tepet) tengah hari," jelas sulinggih asal Sesetan, Denpasar ini.
Oleh karena itu, untuk upacara saat Kuningan diharuskan memang sudah selesai sebelum jam 12.00 siang.
Atau sebelum tengai tepet.
Karena dipercaya bahwa bhatara-bhatari, telah meninggalkan alam sekala menuju alam niskala.
"Hal ini memiliki nilai filosofis.
Di mana kalau kita ingin mempertahankan kemenangan Dharma.
Maka kita harus selalu giat berusaha, tidak bermalas-malasan tetapi harus rajin tanpa menunda-nunda waktu," tegas pensiunan dosen UNHI Denpasar ini.
Baca juga: WASPADA Jangan Emosi Jelang Galungan, Itu Gangguan Sang Hyang Kala Tiga
Baca juga: HATI-HATI! Sang Hyang Kala Tiga Sebelum Galungan Bakal Menggoda
Sebab, lanjut beliau, apabila bermalas-malasan dan menunda-nunda.
Maka tentu saja akan ketinggalan.
Baik itu ketinggalan yang dimaksud adalah ketinggalan waktu, kesempatan, dan rezeki.
"Untuk itu lakukanlah pekerjaan atau kegiatan sedini mungkin.
Agar tidak terlambat dan tidak ditinggalkan oleh waktu," imbuh beliau.
Itulah makna hari Kuningan, yang harus dipahami semua umat Hindu di Bali dan Nusantara.
Sehingga sampai saat ini.
Masyarakat Hindu tetap memegang warisan pengetahuan tentang Kuningan ini.
Di mana maknanya sangat dalam sekali.
Beliau menambahkan, apabila ingin maju (Dharma menang melawan Adharma).
"Maka janganlah kita malas, jadilah kita orang yang selalu pertama atau selalu di depan.
Agar tidak ketinggalan (agar tidak Dharma dikalahkan oleh Adharma)," tegas beliau. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-canang-sari.jpg)