Travel
Rumah Pohon Viral di Bali Jadi Rekomendasi Akun Centang Biru Luar Negeri
Bahkan tak jarang tempat wisata di Bali sering disorot oleh akun sosial media Luar Negeri yang sudah terverifikasi (centang biru) dan cukup banyak mem
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tempat rekomendasi liburan jelang akhir pekan di Bali memang tiada habisnya.
Pulau Seribu Pura ini memang banyak menawarkan tempat-tempat indah untuk berwisata.
Bahkan tak jarang tempat wisata di Bali sering disorot oleh akun sosial media Luar Negeri yang sudah terverifikasi (centang biru) dan cukup banyak memiliki followers (pengikut).
Seperti Rumah Pohon Sustainble Living Pertama di Karangasem, yakni Birdhills.
Property unik di Birdhills yang didesign langsung oleh Jati Guna Architect ini menjadi sorotan akun-akun sosial media besar diseluruh dunia.
Tercatat lebih dari puluhan akun traveling bercentang biru dari Luar Negeri telah me-repost (membagikan ulang) postingan Birdhills dengan caption memberikan rekomendasi liburan untuk para wisatawan.
Lokasi rumah pohon ini berada di Desa Tangkup, Sidemen, Karangasem. Untuk liburan ke Birdhills, kurang lebih Tribunners akan menghabiskan waktu sekitar 90 menit dari Bandara Gusti Ngurah Rai.
Uniknya rumah pohon ini dibangun menggunakan bahan-bahan bekas bangunan lainnya. Ketika ditemui owner dari Birdhills, Putu Kresna Prayoga mengatakan semenjak penerbangan Internasional dibuka kembali, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menginap di Birdhills alami peningkatan.
"Semenjak Border Internasional kembali dibuka, Okupansi Birdhills capai 95 persen dan 100 persen diisi oleh Wisman," jelasnya pada, Jumat 17 Juni 2022.
Konsep sustainable pada Birdhills ini dinilai kedepannya akan menjadi hype atau tren dalam bisnis akomodasi staycation. Menurutnya selama ini di Bali dapat dikatakan belum ada bangunan yang pure 100 persen sustainable. Atau bangunannya tidak 100 persen menggunakan bahan recycle untuk membangun.
Sementara itu, pada konsep Birdhills ini pria asal Bangli tersebut ingin mengembangkan konsep sustainable living, atau eco friendly sustainable yang membangun bangunan tanpa menebang pohon. Ia pun memanfaatkan kayu bekas bongkaran Hotel dan Kapal.
Hingga kurang lebih 95 persen material untuk membangun rumah pohon atau Birdhills nya dari bahan daur ulang atau recycle. Selain bahan recycle ia juga menggunakan bambu sebagai material utama.
Menurutnya bambu merupakan tanaman yang cepat tumbuh. Selain itu mudah ditemukan dan biaya perawatannya tidak sulit karena sebelumnya sudah ditreatment.
"Jadi saya ingin agar orang itu lebih aware terhadap lingkungan. Karena contohnya saja satu pohon jati itu tumbuhnya mungkin puluhan tahun agar bisa besar. Jadi perlu waktu yang lama untuk menumbuhkan itu. Sedangkan kenapa kita tidak pakai yang ada saja. Kita perbaiki dan dijadikan rumah," paparnya
Sedangkan untuk menyewa Birdhills permalamnya dibanderol dengan harga Rp. 2,7 juta. Harga tersebut sudah mendapatkan dua cabin atau dua badroom pada tree house dan bamboo house. Fasilitasnya pun beragam seperti breakfast, lunch dan dinner, api unggun, hingga tracking ke sungai.
Baca juga: UNIK! Temukan Sate Biawak di PKB, Jadi Menu Ditunggu Pengujung
Baca juga: Suasana Pantai Kuta Bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Galungan Hari Ini
Baca juga: Luber Bali, Cafe Baru View Pantai Kuta yang Miliki Konsep Tropical Garden Cafe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/zmx-cmz-cx.jpg)