Tabrakan Maut Baturiti
PILU! Wayan Wandani, Korbankan Diri Selamatkan Anaknya Dalam TABRAKAN Maut di Baturiti
Kisah pilu mendiang Wayan Wandani korban meninggal dunia pada tragedi tabrakan maut di Baturiti. Berkoban selamatkan anak pertamanya.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Kemudian selesai ngelungsur.
Korban bermaksud untuk pulang dengan memakai pakaian adat Bali.
Saat itu, korban juga bersama dengan seorang anaknya.
Anak pertamanya diajak, untuk mengambil banten atau ngelungsur.
“Yang anak pertamanya sepertinya yang diajak.
Jadi saat kejadian anaknya didorong oleh korban supaya tidak tertabrak bus.
Cuma korban saja yang tertabrak.
Lukanya korban parah dan dibawa ke Rumah Sakit Semara Ratih,” ucapnya Minggu 19 Juni 2022.

Hal senada juga dinyatakan kakak sepupu korban, Wayan Suadarma.
Ia mengatakan, bahwa benar bahwa anak pertama korban ialah Ni Luh Putu Octa.
Yang saat ini naik ke kelas empat SD, didorong oleh korban untuk menyelamatkan nyawanya dari tabrakan.
Korban dari informasinya, kata dia, memang sedang mengambil atau ngelungsur.
Namun, dirinya tidak mengetahui persis persitiwa karena sedang ada acara di Kebun Raya Bedugul.
“Dari kabarnya memang seperti itu, jadi didorong oleh adik (mendiang korban),” jelasnya.

Mendiang Ni Wayan Wandani, 30 tahun, warga Banjar Adat Pacung, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan.