Tabrakan Maut Baturiti

PILU! Wayan Wandani, Korbankan Diri Selamatkan Anaknya Dalam TABRAKAN Maut di Baturiti

Kisah pilu mendiang Wayan Wandani korban meninggal dunia pada tragedi tabrakan maut di Baturiti. Berkoban selamatkan anak pertamanya.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
ist
suasana rumah duka mendiang Wayan Wandani, korban meninggal dunia dalam tabrakan maut di Baturiti. 

Yang pertama anaknya Ni Luh Putu Octa, yang saat ini naik ke kelas empat SD.

Sedangkan yang dua lainnya, dirinya tidak terlalu mengingat nama anaknya.

“Korban membantu suaminya yang petani.

Sehari-hari juga ibu rumah tangga.

Anaknya tiga semua cewek.

Dan yang pertama itu Ni Luh Putu Octa,” jelasnya.

Untuk saat ini, krama desa adat atau warga Banjar Pacung sedang bergotong royong atau menyama braya.

Untuk mempersiapkan banten dan kebutuhan untuk upacara/upakara penguburan esok hari.

Warga Pacung sedang gotong royong membuat banten untuk penguburan Wayan Windia korban tabrakan maut di Baturiti.
Warga Pacung sedang gotong royong membuat banten untuk penguburan Wayan Windia korban tabrakan maut di Baturiti. (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)

Mempersiapkan banten dan juga peti jenazah.

Serta  alat sarana prasarana lainnya.

Penguburan sendiri, memang sesuai petunjuk dari desa adat yang sudah memberikan.

Dan kondisi suami masih berduka.

Sehingga belum sepenuhnya bisa untuk berpikir jernih mempersiapkan prosesi ke pengabenan.

“Sosok adik, untuk menyama braya aktif dan baik di banjar.

Dan sekarang kami siapkan alat sarana prasarana buat besok (penguburan),” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved