Tabrakan Maut Baturiti

SUAMI Wayan Wandani Masih Terpukul, Keluarga Harapkan Ada Pertanggungjawaban Perusahaan Bus

Keluarga mendiang Ni Wayan Wandani, berharap itikad baik, dari perusahaan bus pariwisata yang menabrak ibu tiga anak.Sang suami saat ini terpukul.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Angga
Peti jenazah Wayan Wandani korban kecelakaan maut di Baturiti. 

Dijelaskannya, bahwa mendiang korban merupakan ibu rumah tangga.

Sekaligus membantu suaminya yang merupakan petani.

Mendiang memiliki tiga orang buah hati, yang seluruhnya adalah perempuan.

Yang pertama anaknya Ni Luh Putu Octa, saat ini naik ke kelas empat SD.

Sedangkan yang dua lainnya, ia tidak terlalu mengingat nama anaknya.

“Korban membantu suaminya yang petani.

Sehari-hari juga ibu rumah tangga.

Anaknya tiga semua cewek.

Dan yang pertama itu Ni Luh Putu Octa,” jelasnya.

Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan maut di Baturiti, Tabanan, Sabtu 18 Juni 2022
Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan maut di Baturiti, Tabanan, Sabtu 18 Juni 2022 (Tribun Bali/Made Ardhiangga Ismayana)

Sedihnya, tatkala kejadian naas itu, mendiang Wayan Wandani harus meregang nyawa karena menyelamatkan anak pertamanya. 

Ia mendorong Ni Luh Putu Octa, agar tidak tertabrak bus

Namun sayang dirinya yang tertabrak. 

Wayan Wandani sempat dibawa ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak tertolong. 

Untuk saat ini, krama desa adat atau warga Banjar Pacung, sedang bergotong royong atau menyama braya.

Mempersiapkan banten dan kebutuhan untuk upacara/upakara penguburan esok hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved