Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Internasional

HEBOH! NATO Siagakan 300.000 Tentara, Ada Apakah Gerangan?

Bersiap dengan ancaman Rusia, NATO Kerahkan 300.000 tentara dalam siaga tinggi. Perang Rusia-Ukraina nampaknya masih terus memanas.

Istimewa
Foto kolase berita populer Internasional, menampilkan Sekjen NATO, drone Baykar TB2 milik Turki, bendera Amerika Serikat, dan truk triler di mana 46 mayat ditemukan. Salah satu berita populer Internaisonal di antaranya NATO memutuskan untuk menyiagakan 300.000 tentaranya sebagai tanggapan atas invasi Rusia di Ukraina. 

Jens Stoltenberg mengatakan, pasukan NATO di negara Baltik dan lima negara garis depan lainnya.

Akan ditingkatkan "sampai tingkat brigade", dua kali atau tiga kali lipat, menjadi antara 3.000 dan 5.000 tentara.

"Ini akan menjadi perombakan terbesar, pertahanan dan pencegahan kolektif kita sejak perang dingin," kata Stoltenberg, sebelum KTT Madrid digelar.

Pertemuan tingkat tinggi oleh aliansi militer, beranggotakan 30 negara ini akan berlangsung mulai Selasa hingga Kamis pekan ini.

Dilansir The Guardian, NATO Response Force (NRF) saat ini berjumlah hingga 40.000 personel dan perubahan akan dilakukan karena ancaman serangan Rusia.

Baca juga: MEWAH! Simak Kereta Api Cepat Presiden Jokowi ke Ukraina

Baca juga: KSP: Ibu Negara RI, Iriana Temani Jokowi ke Ukraina Jadi Simbol Perdamaian Indonesia kepada Dunia

Berdasarkan rencana tersebut, NATO juga akan memindahkan persediaan amunisi dan pasokan lainnya lebih jauh ke timur.

NATO mempertahankan delapan kelompok pertempuran di seluruh Eropa timur, yang ditujukan sebagai pertahanan garis depan awal jika terjadi invasi Rusia.

Empat di negara-negara Baltik dan Polandia, dan ini dilengkapi dengan pembentukan empat lagi di Bulgaria, Hongaria, Rumania dan Slovakia setelah serangan ke Ukraina.

Jerman mengatakan, bulan ini akan menyumbangkan satu brigade pasukan untuk mempertahankan Lithuania.

Baykar, sebuah perusahaan pertahanan Turki yang memproduksi kendaraan udara tak berawak (UAV) TB2 yang dikenal secara global, mengatakan akan menyumbangkan drone untuk Ukraina.

Setelah kampanye crowdfunding di Ukraina, mengumpulkan cukup dana untuk membeli beberapa drone yang telah terbukti dalam pertempuran.

Perusahaan itu memilih menyumbangkan drone miliknya daripada menjualnya.

“Baykar tidak akan menerima pembayaran untuk TB2, dan akan mengirim 3 UAV gratis ke medan perang Ukraina,” kata perusahaan itu, seperti dilansir Al Jazeera.

Sebagai gantinya, Baykar menyatakan bahwa dana yang terkumpul akan dikirim kepada rakyat Ukraina yang berjuang.

Mereka menambahkan, bahwa perusahaan menghargai solidaritas dan tekad Ukraina di tengah perang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved