Sponsored Content

Duta Klungkung, Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan Tampil Memukau di PKB XLIV

Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan, Duta Kabupaten Klungkung memeriahkan Pesta Kesenian Bali XLIV dengan penampilannya di Panggung Terbuk

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Duta Klungkung, Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan Tampil Memukau di PKB XLIV. 

TRIBUN-BALI.COM - Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan, Duta Kabupaten Klungkung memeriahkan Pesta Kesenian Bali XLIV dengan penampilannya di Panggung Terbuka Taman Budaya Art Centre Denpasar, Kamis malam 30 Juni 2022. 

Dalam penampilannya Sekaa Gong Crekeh Genjer menyuguhkan Tabuh Telu Lelambatan, Tabuh Kreasi, Tari Kreasi, dan Drama Tari.

Untuk Tabuh Telu Kreasi, Sekaa Gong Crekeh Genjer menampilkan tari telu lelambatan yakni “Kapinggon” yang berarti terlena, diilhami dari sifat egois manusia, pesan yang terkandung dalam Kapinggon adalah agar Sadar akan tingkah laku diri sendiri adalah keharusan hingga kita terlena akan alam yang memberikan kita sumber kehidupan dan Tabuh Kreasi “Membah” yang berarti mengalir tiada henti, pesan yang terkandung pada “MEMBAH” adalah Air yang menjadikan kita berguna tanpa pernah mengeluh, ada kecukupan untuk kehidupan tapi bukan buat keserakahan.

Duta Klungkung, Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan Tampil Memukau di PKB XLIV.
Duta Klungkung, Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan Tampil Memukau di PKB XLIV. (ist)

Untuk penampilan Tari Kreasi, Sekaa Gong Wanita menampilkan Sukla Swanita yang menggambarkan bersatunya purusa dan predana untuk kelangsungan generasi manusia, dimana dalam tarian ini dikemas sebagai symbol bersatunya unsur benih kehidupan yang dibingkai oleh kemuliaan Sang Hyang Enjo-enjo di Nusa Lembongan sebagai sebuah persembahan penolak bala atas bencana kekeringan.

Untuk penampilan Drama Tari, Sekaa Gong ini menampilkan judul Danu Reka diilhami dari saat manusia sudah mulai buta, dibutakan oleh harta, dan kekayaan, tidak lagi ingat kepada alam semesta yang sudah memberikan segalanya, melupakan sang pencipta yang sudah memberikan kemakmuran bagi ciptaannya, murka sang pencipta tidak bisa dihelakan.

Pesan yang tersirat dalam Drama ini adalah manusia hanya sebuah butiran debu, kering, tandus, panas yang membara membakar jiwa, tidak lagi ada kehidupan bagi mereka, karena setetes darimu, menghidupi dunia yang semu, kering tanpamu, matilah jiwaku.

"Semoga dengan penampilan Sekaa Gong Wanita Crekeh genjer dapat memotivasi seniman-seniman yang berada di Klungkung untuk menampilkan kreasinya di objek wisata yang ada di Nusa, dan menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan agar datang ke Nusa Penida,” harap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta saat menyaksikan penampilan Duta Kabupaten Klungkung pada Utsawa Gong Kebyar Wanita.

Baca juga: Tanda Tangani Addendum PKS Global Budget, Rumah Sakit Se-Klungkung Sepakati Perbaikan

Bupati Suwirta mengapresiasi sekaa Gong Wanita Crekeh Genjer yang sudah memberikan penampilan optimal sebagai Duta Kabupaten Klungkung. dan apresiasi kepada masyarakat Bali yang sudah mendukung dengan menyaksikan penampilan Sekaa Gong Wanita Crekeh Genjer Hingga usai.

Perbekel Desa Lembongan I Ketut Gede Arjaya menyatakan Sekaa Gong ini berdiri pada tanggal 16 Juli 2019. Dalam kamus bahasa Bali Crekeh berarti kecil tapi penuh kedewasaan, dan Genjer adalah sifat-sifat lincah enerjik. (mit)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved