Berita Buleleng

Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Kubutambahan Buleleng, Ariasa: Kami Langsung Berenang

Perahu nelayan yang mengalami kecelakaan laut di Perairan Kubutambahan, terombang-ambing di lautan selama kurang lebih lima jam.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sejumlah nelayan yang mengalami kecelakaan laut di perairan Desa/Kecamatan Kubutambahan tiba di daratan, Jumat 1 Juli 2022 malam - Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Kubutambahan Buleleng, Ariasa: Kami Langsung Berenang 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Setelah beberapa jam menjalani proses evakuasi, sejumlah nelayan yang mengalami kecelakaan laut diperairan Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali akhirnya tiba di daratan.

Mereka tiba sekitar pukul 19.33 Wita.

Dari pantauan di lokasi, para nelayan itu tiba dengan menggunakan dua kapal milik nelayan yang ikut melakukan proses pencarian.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh seluruh warga, yang menanti selama berjam-jam dengan penuh rasa was-was.

Baca juga: 12 Nelayan Terombang-ambing di Laut, Perahu Terbalik di Perairan Kubutambahan Buleleng

Warga bertepuk tangan, sebagai bentuk rasa lega, karena seluruh korban pulang dengan selamat.

Kepada Tribun Bali, salah satu korban bernama Gede Ariasa (38) mengatakan, ada 12 nelayan yang pergi melaut, dengan menggunakan dua kapal.

Mereka berangkat sekitar pukul 02.00 Wita, untuk mengambil ikan di rumpon yang jaraknya sekitar 40 mil dari bibir pantai Desa Kubutambahan.

Saat tiba di rumpon sekitar pukul 05.00 Wita, cuaca tiba-tiba memburuk.

Angin berhembus kencang, dan ombak cukup tinggi.

Pihaknya pun memutuskan untuk batal mengambil ikan, dan kembali ke daratan.

Namun saat hendak kembali ke daratan, salah satu kapal yang ditumpangi 9 orang nelayan terbalik.

"Kami berangkat menggunakan dua kapal. Yang terbalik adalah kapal yang berisi jaring dan ditumpangi 9 nelayan. Saat kapal itu terbalik, kami langsung berenang. Kemudian naik dan duduk di atas kapal yang posisinya masih terbalik itu. Ada salah satu nelayan yang tidak bisa berenang. Langsung kami selamatkan. Sementara kapal yang lagi satu, meminta bantuan," ucapnya.

Dikatakan Ariasa, pihaknya terombang-ambing di lautan selama kurang lebih lima jam.

Petugas gabungan dari Basarnas dan Polairud, beserta dua kapal milik nelayan tiba mengevakuasi pihaknya sekitar pukul 10.00 Wita.

Dengan adanya kejadian ini, Ariasa mengaku tidak trauma.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved