Berita Buleleng
BERAWAL Dari Potong Kerbau Saat Galungan, PMK Diindikasi Menyebar di Desa Lokapaksa Buleleng
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diindikasi menyerang 24 ekor sapi, di wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diindikasi menyerang 24 ekor sapi, di wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng.
Dinas Pertanian Buleleng pun, mengimbau para peternak sapi untuk tidak mengirim atau mendatangkan sapi dari luar daerah, untuk sementara waktu.
Ini agar PMK tidak meluas di Buleleng.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta, mengatakan 24 ekor sapi di Desa Lokapaksa itu, dilaporkan warga terindikasi terserang PMK.
Beberapa hari setelah hari raya Galungan.
Baca juga: VIRUS PMK Ditemukan di Bali, Peternak Sapi di Rendang Karangasem Mulai Merasa Khawatir
Baca juga: WASPADA WABAH PMK: Mulut Sapi Berbusa & Kaki Berdarah, Sampel Darah & Swab Dilakukan Petugas Keswan

PMK ini diduga menyerang saat warga, memotong seekor kerbau yang didatangkan dari Jembrana untuk kepentingan hari raya Galungan.
Kerbau itu dipotong di sekitar kandang milik salah satu peternak sapi di Desa Lokapaksa.
Setelah kerbau dipotong, beberapa hari kemudian puluhan sapi yang ada di kandang itu pun mengalami gejala mengarah pada PMK.
Mengetahui adanya puluhan ekor sapi yang terindikasi terserang PMK.
Sumiarta menyebut, pihaknya bersama Balai Besar veteriner Denpasar, langsung mendatangi Desa Lokapaksa.
Dari 24 ekor yang terindikasi, 12 diantaranya dieliminasi.
Petugas juga mengambil sampel darah dan cairan hidung dari sapi-sapi tersebut.

Hingga saat ini, Sumiarta mengaku belum menerima hasil laboratorium dari Balai Besar veteriner Denpasar.
Sehingga pihaknya belum dapat memastikan, apakah sapi-sapi yang ada di Desa Lokapaksa itu positif terjangkit PMK atau tidak.
"Selain Buleleng, wilayah yang terindikasi terserang PMK adalah Gianyar, Karangasem, Bangli dan Jembrana.