Virus PMK di Bali

Cegah PMK di Tabanan, Satgas PMK Semprot Disinfektan dan Suntik Vitamin di Kerambitan

OL Cegah PMK di Tabanan, Satgas PMK Semprot Disinfektan dan Suntik Vitamin di Kerambitan

istimewa
Sosialisasi edukasi Satgas PMK Tabanan di kelompok ternak sapi di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Senin 4 Juli 2022. (ist). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terjadi di tiga wilayah Kabupaten, dengan 63 kasus yang terjadi di tiga Kabupaten, yakni di Gianyar 38 kasus, Buleleng 21 kasus, dan Karangasem 4 kasus.

Atas kejadian ini, Satgas PMK Tabanan, yakni Distan Pemkab Tabanan, TNI Polri dan pihak terkait lainnya, menggelar sosialisasi dan penyemprotan hewan terutama ternak sapi.

Selain penyemprotan dilakukan pula penyuntikan vitamin kepada ternak.

Waka Polres Tabanan, Kompol Doddy Monza mengatakan, bahwa pihaknya melakukan pemantauan dan sosialisasi ke kelompok ternak di Kecamatan Kerambitan. Sosialisasi ini melibatkan Satgas PMK dari Polri dan Dinas Pertanian Tabanan serta TNI.

Dari sosialisasi pihaknya mengedukasi kelompok terkait penanganan PMK. Mulai dari bagaimana antisipasi wabah menyebar hingga bagaimana penanganan. Selain sosialisasi pihak pertanian memberikan pelayanan berupa penyemprotan disinfektan dan suntik vitamin.

“Kami dari Satgas PMK tadi turun ke Kerambitan. Melakukan sosialisasi kemudian Dinas Pertanian (Kesehatan Hewan), turun untuk menyemprot disinfektan kemudian juga menyuntik vitamin ke hewan ternak,” ucapnya Senin 4 Juli 2022.

Sosialisasi edukasi Satgas PMK Tabanan di kelompok ternak sapi di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Senin 4 Juli 2022. (ist).
Sosialisasi edukasi Satgas PMK Tabanan di kelompok ternak sapi di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Senin 4 Juli 2022. (ist). (istimewa)

Doddy menegaskan, bahwa poin utama dalam penyemprotan itu ialah karena saat ini sedang ada wabah PMK maka peternak diminta untuk waspada dan berupaya supaya tidak menyebar ke Tabanan.

Misalnya saja, dengan mengharuskan kandang bersih. Kemudian, membatasi interaksi antara manusia dengan ternak (memakai apd) karena manusia dapat menjadi carrier atau penular virus kepada ternak. Sehingga ternak nantinya tidak gampang terpapar virus, atau cepat menyebar.

“Kami juga mengajari masyarakat menggunakan disinfektan. Berapa ukuran disinfektan dan air yang dicampurkan. Kalau tidak disinfektan maka menggunakan sabun untuk pengganti disinfektan. Sebagian langkah nantinya, maka untuk nanti akan pasti terus dilaksanakan. Dan memang menjadi atensi karena memang Menko sudah menginstruksikan. Dan ini kinerja bersama baik Polisi TNI dan semua pihak yang terkait,” ungkapnya.

Baca juga: PMK Merebak di Bali, Kapolsek Klungkung Turun Tangan Cek Simantri

Terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Gede Eka Parta menyatakan, bahwa untuk hari ini memang baru satu kelompok saja yang disasar.

Namun, pihaknya akan menggelar hal serupa untuk selanjutnya.

Pihaknya setidaknya menarget ada sekitar sembilan kelompok yang disasar sosialisasi hingga edukasi terkait PMK.

Dan ke sembilan kelompok untuk seluruhnya berada di Puskeswan wilayah II.

“Target sembilan kelompok yang ada di wilayah Kerambitan. Paling tidak hingga 15 Juli mendatang,” bebernya. (ang).

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved