Berita Bali
Pariwisata Bangkit, Sejumlah 85 Persen Bartender di Bali Sudah Kembali Bekerja
Kondisi pariwisata Bali yang berangsur membaik membuat para pekerja pariwisata mulai kembali menggeluti profesinya. Salah satunya pada profesi Bartend
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
"Kebetulan wisman yang datang kebanyakan dari USA, South Afrika dan beberapa negara lainnya. Kebanyakan mereka pure berlibur karena dua tahun tidak berlibur ke Bali jadi ada yang honeymoon dan holiday sama temannnya kesini," jelasnya.
Lebih lanjutnya ia mengatakan, hampir semua tempat di Bali dikunjungi oleh wisman. Namun pada bookingan Agus, mereka lebih banyak mengunjungi Uluwatu untuk menikmati tarian Kecak dan Sunset. Paling lama mereka stay di Bali mulai dari 10 hari, 3 minggu sampai 1 bulan.
"Kalau dibilang 100 persen happy tidak berani bilang gitu karena ini baru mulai atau start, hanya kita masih waspada saja ya 50:50 lah ya. Kalau omset dibandingkan berjualan nasi dengan tour guide jauh berbeda," imbuhnya.
Untuk penghasilan tour guide ini, Agus mengatakan sudah sentuh angka hingga dua digit atau puluhan juta. Dan pendapatannya naik hingga 100 persen. Kebanyakan wisman-wisman tersebut melakukan booking melalui platform internasional. Ia berharap kedepannya semoga pariwisata tetap dalam kondisi yang baik.
"Jangan terlena, jangan 100 persen ke pariwisata, kalau bisa cari opsi lain atau cadangan. Dan semoga hospitality pariwisata lebih bagus lagi," tutupnya. (*)
Hingga saat ini bookingan dari wisman yang sudah diterima oleh Agus dan teamnya full hingga bulan November 2022 mendatang. (*)