Berita Buleleng

Sapi Terserang PMK Ditargetkan Tuntas Dipotong Bersyarat Hingga Jumat

Sapi Terserang PMK Ditargetkan Tuntas Dipotong Bersyarat Hingga Jumat Sapi Terserang PMK Ditargetkan Tuntas Dipotong Bersyarat Hingga Jumat

Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Penanganan PMK Buleleng diberi target hingga Jumat 15 Juli 2022 untuk melakukan pemotongan bersyarat, terhadap ratusan ekor sapi di Buleleng yang terserang Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK).

Pemotongan bersyarat ini diyakini menjadi langkah yang efektif, agar PMK tidak menyebar luas.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa ditemui Selasa 12 Juli 2022 mengatakan, pemotongan bersyarat ini sebelumnya telah dilakukan di wilayah Karangasem. Sehingga PMK di Karangasem dapat diselesaikan dengan cepat.

Sehingga Satgas Penanganan PMK Bali menginstruksikan agar seluruh kabupaten yang ada di Bali mengikuti langkah tersebut.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa
Sekda Buleleng, Gede Suyasa (Ratu Ayu Astri Desiani)

Daging sapi yang dipotong bersyarat kata Suyasa dapat dijual, sehingga petani tidak merugi.

Terlebih PMK telah dipastikan tidak menular ke manusia. Pemotongan bersyarat sudah dilakukan oleh pihaknya beberapa waktu lalu di wilayah kasus, yakni di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Sebanyak 28 ekor sapi yang ada di wilayah itu telah dipotong.

Sementara saat ini masih tersisa lagi 153 ekor sapi, yang belum dipotong bersyarat. Sapi- sapi itu tersebar di Kecamatan Gerokgak, dan paling banyak berada di Desa Pejarakan.

153 ekor sapi ini ditargetkan habis terpotong hingga Jumat mendatang. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan salah satu tukang jagal asal Karangasem. Tukang jagal itu siap membeli daging sapi hasil pemotongan bersyarat, dengan harga yang berkeadilan.

"Kami sudah mencari tukang jagal asal Buleleng. Tapi tukang jagal itu hanya mau membeli dagingnya dengan harga murah. Petani tidak terima. Kalau ada di Buleleng yang siap membeli dengan harga berkeadilan, pemotongan bersyarat harusnya sudah selesai sejak dua hari yang lalu. Jadi kami carikan tukang jagal asal Karangasem, yang siap membeli dengan harga berkeadilan. Rencananya tukang jagal itu datang hari Rabu," katanya.

Suyasa menyebut, ada beberapa petani yang melaporkan jika kondisi sapinya yang sebelumnya sempat diindikasi terpapar PMK, mulai membaik. Sehingga ada yang menolak untuk dilakukan pemotongan bersyarat. Atas hal tersebut, Suyasa mengaku telah berkoordinasi dengan Sekda Bali, sehingga diputuskan untuk melakukan tes PCR, melalui Balai Veteriner Denpasar.

Tes PCR ini khusus dilakukan kepada sapi- sapi yang diindikasi terpapar PMK. Apabila dari hasil PCR dinyatakan positif PMK, maka sapi harus dipotong bersyarat. Sementara apabila hasilnya negatif, maka sapi itu akan dihapus dari data PMK. "Alat PCRnya khusus. Yang dipotong bersyarat hanya yang positif," ucapnya.

Sementara terkait vaksin PMK, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng ini menyebut, hingga saat ini telah diberikan kepada 2.300 ekor sapi. "Buleleng ada tim 10 vaksinasi. Provinsi juga menyediakan dokter hewan untuk menyelesaikan vaksinasi," tandasnya. (rtu)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved