Berita Bali

Diduga Salahgunakan Ganja, Jaksa Tuntut 6 Bulan Rehab Anak Ketua DPRD Badung

Anak Ketua DPRD Badung menjalani sidang tuntutan secara daring, diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotik jenis ganja

Istimewa
Terdakwa Putu Nova saat menjalani sidang secara daring - Diduga Salahgunakan Ganja, Jaksa Tuntut 6 Bulan Rehab Anak Ketua DPRD Badung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu Nova Christ Andika Graha Parwata (34) telah menjalani sidang tuntutan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Selasa 19 Juli 2022.

Oleh jaksa penuntut umum, terdakwa yang adalah anak dari Ketua DPRD Badung ini dituntut pidana rehabilitasi selama enam bulan.

Putu Nova dituntut karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotik jenis ganja.

"Menuntut terdakwa Putu Nova Christ Andika Graha Parwata dengan pidana enam bulan menjalani rehabilitasi," ucap jaksa penuntut umum Imam Ramdhoni dari balik layar monitor.

Baca juga: Subur Diamankan Polres Bangli Saat Antar Paket Narkoba, Sudhira: Narkoba Seharga Rp 350 Ribu

Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung ini menilai sebagaimana fakta di persidangan, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Yakni penyalahgunaan narkotik untuk dirinya sendiri.

Pula dalam tuntutannya, jaksa penuntut mengurai hal memberatkan dan meringankan sebagai pertimbangan mengajukan tuntutan.

Hal memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotik.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa pernah mengikuti rehabilitasi di Surabaya dan Anargya Sober House pada 2017.

Selain itu, terdakwa mengonsumsi narkotik untuk mengurangi rasa sakit akibat operasi luka bekas kecelakaan.

"Terdakwa mengaku salah dan belum pernah dihukum," papar jaksa penuntut Ramdhoni.

Dikonfirmasi, Ida Bagus Sakti dan Edward Pangkahila selaku tim penasihat hukum terdakwa menyebut, sampai saat ini kliennya masih proses menjalani rehabilitasi.

"Terdakwa memakai ganja karena ada riwayat medis, sempat mengalami koma hemiparesis pada saat kecelakaan tahun 2019," ujar Sakti.

Edward menambahkan, tidak ada niat maupun usaha dari terdakwa untuk kembali menjual ganja yang didapat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved