Berita Badung

GUA THE CAVE Tidak Miliki Mulut Goa, Disbud dan Balai Cagar Budaya Masih Mengkaji

Dinas kebudayaan kabupaten Badung, bersama Balai Pelestari Cagar Budaya Bali, turun meninjau gua di restoran The Cave. Tidak ada mulut gua sama sekali

Agus
Kami di pemerintah sebenarnya tidak mempersulit. Tapi kajian dilakukan agar kita sama-sama nyaman. Misalkan gua itu roboh, siapa yang tanggung jawab, begitu juga longsor," tegasnya sembari mengatakan lebih baik besok aja bersama balai lebih detail. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas kebudayaan kabupaten Badung, bersama Balai Pelestari Cagar Budaya Bali, turun langsung meninjau gua yang ada di restoran The Cave, tepatnya di bawah hotel The Edge, di Jalan Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan pada Kamis 21 Juli 2022.

Bahkan saat pemantauan dipastikan gua tersebut, tidak memiliki mulut gua sama sekali.

Hal itu pun dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gde Eka Sudarwitha, saat dikonfirmasi Kamis sore.

"Jadi yang dilihat, gua tersebut memang tidak ada mulut gua.

Jadi ada rongga di dalam tanah, atau di dalam batu karang," kata Eka Sudarwitha. 

Pihaknya pun, memprediksi usia gua tersebut memang ratusan tahun lamanya.

Bahkan sama sekali tidak pernah disentuh manusia, sebelumnya karena ciptaan alam.

Pihaknya pun mengakui, jika luas gua kurang lebih 12 meter dengan kedalaman 10 meter.

Baca juga: GUA THE CAVE Tawarkan Paket Makanan Seharga Rp 1,3 Juta Per Orang

Baca juga: CLOSED! Restoran Dalam GUA di The Edge Dihentikan Satpol PP BADUNG

Dinas kebudayaan kabupaten Badung, bersama Balai Pelestari Cagar Budaya Bali, turun langsung meninjau gua yang ada di restoran The Cave, tepatnya di bawah hotel The Edge, di Jalan Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan pada Kamis 21 Juli 2022.
Dinas kebudayaan kabupaten Badung, bersama Balai Pelestari Cagar Budaya Bali, turun langsung meninjau gua yang ada di restoran The Cave, tepatnya di bawah hotel The Edge, di Jalan Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan pada Kamis 21 Juli 2022. (Agus)

"Jadi peninjauan ini kami lakukan setelah melaksanakan rapat bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali (BPCB), yang berlokasi di Tampaksiring, Gianyar," jelasnya.

Pihaknya mengaku, jika dilihat dari peninggalan, pada struktur dan kondisi gua terlihat tidak pernah ditempati sama sekali, dan sifat masih alami.

"Jadi untuk boleh atau tidak digunakan itu ranahnya ke perizinan.

Namun untuk kajian secara teknis, dikeluarkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali," tegasnya.

Pihaknya mengaku, dalam menentukan sebuah kajian, pihaknya juga melakukan kolaborasi.

Pasalnya pada cagar budaya ada ahli arkeologi, dan ahli biologi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved