Berita Klungkung
Kabur dari Sekolah, Siswa SMA Ditemukan di Dasar Jurang Sedalam 40 Meter
Evakuasi diputuskan dengan melibatkan guru asuh siswa tersebut. Guru asuh, Gede Wiriana langsung turun ke jurang didampingi petugas Basarnas.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Darmendra
TRIBUN-BALI.COM - Siswa SMAN 2 Semarapura, Char (17) terjebak di dasar jurang sedalam 40 meter di Jalan Hassanudin, Lingkungan Besang, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung, Bali.
Saat akan diselamatkan oleh Tim Basarnas Bali, siswa kelas XII asal Papua tersebut berontak, ia terlihat seperti orang depresi. Proses evakuasi pun harus melibatkan guru asuh siswa tersebut.
Peristiwa itu berawal saat BPBD Klungkung menerima informasi bahwa ada suara seseorang minta tolong dari dasar jurang di Lingkungan Besang, Rabu 20 Juli 2022.
Belasan personel BPBD Klungkung menelusuri tepi jurang sekitar pukul 14.00 Wita untuk mencari sumber suara itu.
"Kami menerima informasi ada suara orang minta tolong dan menangis. Jadi kami berusaha telusuri dari atas jurang, dan berhasil temukan keberadaanya," ungkap Kepala Pelasana (Kalak) BPBD Klungkung I Putu Widiada, Rabu 20 Juli 2022.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Pendaki Gunung Agung yang Alami Cedera
Setelah diketahui keberadaannya, tim BPBD Klungkung meminta bantuan Basarnas Bali karena sulitnya medan. Terlebih dasar jurang tersebut memiliki dalam 40 meter.
"Melihat kondisi medan, kami memohon bantuan ke Basarnas Bali untuk membantu evakuasi," ungkap Widiada.
Tim Basarnas Bali tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah observasi, tim langsung melakukan upaya evakuasi dengan menurunkan dua personel ke dasar jurang.
Hanya saja ketika berada di dasar jurang, siswa tersebut berontak dan tidak mau dievakuasi.
Evakuasi diputuskan dengan melibatkan guru asuh siswa tersebut. Guru asuh, Gede Wiriana langsung turun ke jurang didampingi petugas Basarnas.
"Target (Char) sempat berontak saat akan dievakuasi. Kami memutuskan melibatkan guru asuhnya untuk membujuk," ujar Kasi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali, AA Ketut Alit Supartana.
Atas bujukan dari guru asuhnya, Char bersedia dievakuasi dengan ditarik ke atas jurang. Setelah berhasil dievakuasi, Char tampak linglung dan kebingungan.
Ia mengaku turun ke jurang bersama dua wanita dan seorang pria.
"Saya lupa saya turun dengan siapa. Saya lapar, Pak," ungkap Char ketika sudah berhasil dievakuasi.
Char tidak mengalami cedera berarti. Ia hanya mengaku kelaparan setelah terjebak sekitar 10 jam di dasar jurang.
Ia mengalami luka lecet di kaki kiri, kaki kirinya terkilir dan langsung dibawa ke RSUD Klungkung.
Guru SMAN 2 Semarapura, Gede Wiriana mengatakan, Char merupakan siswa program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Siswa kelas XII asal Jayapura, Papua itu sudah mengalami gejala aneh sejak, Rabu 20 Juli 2022 dini hari.
Char sempat diamankan di sekolah karena bertingkah seperti orang depresi. Bahkan sekitar pukul 05.00 Wita, Char kabur dari sekolah dengan loncat ke atas tembok.
Sampai Char ditemukan terjebak di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter.
"Tadi pagi siswa ini kabur dari sekolah dengab loncat ke tembok. Ia mengigau akan ditikam oleh seseorang, seperti orang depresi," ujar guru asuh siswa tersebut.
Rasa Tanggung Jawab Guru Asuh
Rasa lega terlihat di wajah Wiriana setelah siswa asuhnya berhasil dievakuasi. Ia menghela napas sejenak, ia tak menyangka harus ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter.
"Saya baru pertama kali turun ke jurang seperti ini. Awalnya kaget, karena ini pengalaman pertama saya," ungkap Wiriana.
Wiriana mengakui awalnya ia takut saat diminta untuk ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter. Apalagi dirinya memiliki riwayat gangguan jantung.
Namun rasa tanggung jawab sebagai seorang guru asuh, membuat dirinya berani dan yakin untuk turun ke dasar jurang.
"Ini juga tanggungjawab saya. Saya lah orangtuanya selama bersekolah di sini (Klungkung). Saya harus berani," tegasnya.
Ketika dipakaikan alat pengaman, raut wajah Wiriana sempat tegang. Ia juga sempat berdoa dan tekad besar untuk bisa menolong anak asuhnya tersebut membuat rasa takutnya hilang.
"Saat turun tidak ada kesulitan bearti, karena saya juga didampingi oleh seorang tim Basarnas.Tadi saat proses evakuasi, justru yang agak sulit saat kembali naik keatas," jelasnya. (*)