Berita Jembrana

Kasus DBD Satu Semester Hampir Dua Kali Lipat Tahun 2021, 162 Kasus DBD Selama Januari-Juni 2022

Kasus DBD Satu Semester Hampir Dua Kali Lipat Kasus Tahun 2021 *Tercataf 162 Kasus DBD Selama Januari-Juni 2022 *Terbanyak di Kecamatan Jembrana dan

TacioPhilip via Kompas.com
Ilustrasi nyamuk. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Jumlah kasus demam berdarah (DB) di Kabupaten Jembrana dalam satu semester (6 bulan) tahun ini sebanyak 162 kasus.

Jumlah ini naik jauh dengan kasus tahun 2021 lalu. Artinya, tahun ini akan berpotensi meningkat jauh dari tahun lalu karena masih ada waktu 6 bulan lagi.

Kasus tertinggu terjadi di Kecamatan Jembrana dan Negara. Selain dilakukan fogging, masyarakat juga diharapkan ikut melaksanakan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Pelaksanaan fogging di wilayah Kota Denpasar
Pelaksanaan fogging di wilayah Kota Denpasar (istimewa)

Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Kesehatan Jembrana, total sudah ada 162 kasus DBD pada periode Januari-Juni 2022. Rinciannya, pada Januari ada 19 kasus, Pebruari ada 14 kasus, Maret ditemukan 21 kasus, April 25 kasus, Mei tercatat 43 dan Juni ditemukan 40 kasus. Sedangkan, pada tahun 2021 kasus DBD hanya ditemukan sebanyak 96 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr. Made Dwipayana menyebutkan, temuan kasus dalam satu semester atau 6 bulan di tahun 2022 ini memang cukup tinggi atau sudah melebihi jumlah tahun sebelumnya. Dimana satu semester tahun ini sudah tercatat 162 kasus, sedangkan tahun lalu hanya 96 kasus.

"Cukup tinggi peningkatannya. Tahun ini sampai bulan Juni sudah tercatat sudah 162 kasus," jelas dr Dwipayana saat dikonfirmasi.

Dia menyebutkan, sejauh ini kasus tertinggi ditemukan pada dua wilayah. Yakni Kecamatan Jembrana dan Negara. Dia menjelaskan, peningkatan kasus yang ditemukan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah cuaca. Kemudian gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang kurang dilaksanakan selama ini. Dengan kondisi tersebut pihaknya kini sudah mulai melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih meningkatkan PSN tersebut.

Kemudian, kata dia, petugas dari Dinas Kesehatan juga turut memberikan edukasi terkait bahaya demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti. Termasuk upaya pencegahan dengan rutin melakukan 3M yakni menguras, membersihkan dan menutup tempat penampungan air atau dengan menanam barang bekas yang mudah menampung air bersih.

"Artinya selain fogging, kami harap masyarakat juga ikut intens untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah masing-masing. Mari menjaga lingkungan bersama-sama terutama untuk wilayah dua Kecamatan yang terbanyak itu," ungkapnya.

Sementara itu, data dari RSU Negara tercatat sudah ada 14 orang warga yang dirawat karena menderita penyakit demam berdarah. Dari jumlah tersebut, sebagin besar menyerang anak-anak.

"Sebelumnya lebih banyak anak-anak yang dirawat. Hingga awal pekam ini sudah ada 14 orang baik dewasa atau anak-anak yang dirawat karena DBD," sebut Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati saat dikonfirmasi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved