Berita Denpasar

Kasus Narkoba Puluhan Miliar Disidangkan di PN Denpasar

Kasus narkoba seberat 38 kilogram lebih dengan nilai mencapai Rp 56 miliar mulai disidangkan secara daring atau online di Pengadilan Negeri (PN) Denpa

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi Narkoba - Kasus Narkoba Puluhan Miliar Disidangkan di PN Denpasar 

Besok malamnya kedua ya menjual ekstasi ke tempat hiburan malam di daerah Canggu, Petitenget, dan Seminyak. Dimana satu paket dijual Rp 400 ribu. Transaksi dilakukan secara tunai. Setiap akhir pekan Subagiastra dan Suwana menjual kapsul ekstasi sebanyak 50 biji. Uang hasil penjualan kapsul tersebut dibagi berdua secara rata.

Subagiastra telah mendapatkan hasil penjualan narkotik bersama Suwana sebesar Rp 30 juta. Uang tersebut dibagi rata masing-masing mendapat Rp 15 juta. "Uang telah habis dipergunakan untuk keperluan pribadinya," ungkap jaksa penuntut Bagus.

Selanjutnya ada permintaan dari pembeli di tempat hiburan malam yang meminta dicarikan kokain atau serbuk MDMA. Subagiastra ingat di dalam kamar ada kokain. Subagiastra dan Suwana kemudian memecah atau membagi serbuk warna putih yang diduga mengandung sediaan kokain dan MDMA. Mereka mulai pun jualan kokain.

Pergerakan mereka pun terendus, dan tanggal 8 April 2022 tim dari Ditresnarkoba Polda Bali melakukan penangkapan. Saat ditangkap mereka membawa sepuluh paket kecil kokain dengan berat 8,00 gram netto dan sembilan paket plastik klip kecil MDMA seberat 7,38 gram netto.

Tidak berhenti sampai di sana, penggeledahan juga dilakukan di kamar vila tersebut. Hasilnya, petugas kepolisian berhasil mengamankan narkotik jenis sabu seberat 35,16 kilogram, kokain 32 gram, ganja 2,66 kilogram dan serbuk MDMA seberat 1,4 kilogram.

Selain menangkap Subagiastra dan Suwana, petugas kepolisian juga meringkus terdakwa Oka Panji selaku pemilik vila. Diduga yang bersangkutan juga mengetahui jika di kamar tersimpan narkotik berbagai jenis itu. Petugas kepolisian lantas melakukan penggeledahan badan terdakwa Oka Panji menemukan ponsel dan berbagai kartu ATM serta uang tunai sebesar Rp 9 juta. "Uang tersebut diduga ada kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukan Subagiastra dan Suwana," ungkap jaksa penuntut Bagus. CAN

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved