Berita Klungkung
HUT RI ke 77, Bendera Merah Putih Banyak Dibeli Sopir Truck, Pedagang Bendera Musiman Marak
Pedagang Bendera Musiman Mulai Marak di Klungkung, Bendera Merah Putih Justru Banyak Dibeli Sopir Truck
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Marianus Seran
TRIBUN BALI.COM, SEMARAPURA-Pemerintah Pusat menghimbau masyarakat untuk memasang bendera merah putih selama 1 bulan penuh.
Pasca dikeluarkannya himbauan tersebut, pedagang bendera mulai menjamur di wilayah Klungkung.
Vira Ramadani tampak sabar menanti pembeli di seputaran Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Klungkung, Rabu (3/8).
Berbagai ukuran bendera merah putih, termasuk umbul-umbul, hingga udeng ia pajang di pinggir jalan.
Padagang bendera musiman itu, berharap ada pengendara yang berhenti dan membeli dagangannya.
" Saya sudah jualan bendera sejak tanggal 24 Juli 2022 lalu," ujar Vira yang merupakan warga asal Bandung.
Baca juga: Nasib Pasar Hewan Semabaung Gianyar, Hanya tinggal 4 pedagang
Tahun ini, merupakan kali pertama ia berjualan bendera. Mengikuti jejak teman-temannya dari Bandung, yang menyebar di berbagai daerah di Bali untuk berjualan bendera.
" Saya baru tahun ini ikut jualan bendera. Teman-teman lain yang berasal dari Bandung, biasanya jualan bendera menyebar ke seluruh daerah di Bali. Ada yang di Gianyar, ada juga di Karangasem," ungkap Vira.
Ia menjual bendera dengan berbagai ukuran. Paling besar dihargai Rp180 ribu, sementara yang paling kecil Rp10 ribu. Sementara untum umbul-umbul ia jual Rp150 ribu sepanjang 5 meter.
Selama sepekan berjualan, menurutnya penjualan bendera masih sepi. Hanya ada beberapa orang pembeli, yang menghampirinya.
Karena berjualan di pinggiran By Pass Ida Bagus Mantra, pembeli yang datang kebanyakan yang pengendara yang melintas. Uniknya justru yang banyak membeli bendera merah putih dari kalangan sopir truck.
Baca juga: Target Perhari 200 Nakes, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Mulai Vaksinasi Dosis Keempat
" Paling laku itu bendera kecil, yang biasanya banyak beli itu justru sopir truck. Kebanyakan membeli bendera kecil, kalau yang besar belum ada laku. Kalau dari perkantoran belum ada yang beli di saya," ujarnya.
Ia juga menuturkan, penjualan bendera saat ini belum begitu ramai. Dalam sehari ia rata-rata mendapat berjualan masih kurang dari Rp100 ribu.
" Sekarang masih sepi, belum terasa semarak hari kemerdekaannya. Menjelang 17 Agustus semoga ramai pembeli," harapnya.
Namun berbeda dengan yang diungkapkan Dedi, seorang penjual bendera merah putih musiman di Jalan Rama, Kota Semarapura, Klungkung.