Berita Gianyar
Warga Soroti Ubud Kini Terkesan Kumuh, Harap Proyek Pasar Cepat Rampung
Warga Ubud, Gianyar, Bali menyoroti situasi pusat pariwisata Ubud yang saat ini terkesan kumuh.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Warga Ubud, Gianyar, Bali menyoroti situasi pusat pariwisata Ubud yang saat ini terkesan kumuh.
Hal itu akibat Pemkab Gianyar, terkesan abai terhadap kondisi di luar proyek.
Di mana saat ini banyak pedagang bermobil yang statusnya bukan pedagang Pasar Trasional Ubud, membuka lapak di depan proyek.
Hal itu mengakibatkan jalanan menjadi macet dan kumuh.
Baca juga: Gagalkan Penyelundupan 30 Penyu Hijau, Ditreskrimsus Polda Bali Ciduk Terduga Pelaku di Gianyar
Proyek yang belum berprogres karena sempat ganti kontrakor ini, juga dinilai menjadi penyebab kekumuhan.
Hal tersebut dikatakan warga Ubud, I Wayan Roja, yang juga merupakan pedagang Pasar Tradisional Ubud.
Kata dia, selama ini pedagang asli Pasar Tradisional Ubud, telah mencari tempat yang layak.
Namun dalam perjalanan, justru banyak pedagang bermobil dari luar Ubud berjualan di depan proyek.
Hal itu menyebabkan kawasan pusat pariwisata Ubud menjadi kumuh.
"Saya takutnya, Ubud yang selama ini masuk dalam nominasi pariwisata terbaik, akan hilang. Ditakutkan juga wisatawan tak mau lagi ke Ubud, karena kumuh dan macet," tegasnya.
Iapun berharap pihak terkait mengatasi hal tersebut.
Terlebih lagi, setelah dua tahun Ubud mati suri lantaran Covid-19, warga dan para pengusaha di Ubud kini mulai ada harapan baru.
Baca juga: Seorang Purnawirawan Polri Asal Gianyar Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Kamar Kos Denpasar
Iapun tak ingin proyek pasar ini menjadi preseden buruk terhadap Ubud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Warga-Ubud-Gianyar-Bali-menyoroti-situasi-pusat-pariwisata-Ubud.jpg)