Berita Tabanan

4.051 Nakes di Tabanan akan Divaksin Booster yang Kedua

Vaksinasi dosis ke empat diberikan menyusul datangnya vaksin dari pemerintah pusat yang diterima pemerintah Provinsi Bali untuk selanjutnya didroping

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Nakes di RSUD Buleleng saat diberikan vaksin dosis keempat Covid-19, Jumat 5 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Sejak Kamis 4 Agustus 2022 kemarin, vaksinasi booster sudah dilakukan di Kabupaten Tabanan.

Khususnya untuk vaksin booster dosis ke dua, yang diperuntukkan kepada para tenaga kesehatan.

Vaksinasi dosis ke empat diberikan menyusul datangnya vaksin dari pemerintah pusat yang diterima pemerintah Provinsi Bali untuk selanjutnya didroping ke masing-masing kabupaten kota.

Untuk Tabanan sendiri, akan ada sebanyak 4.051 Nakes yang diberikan vaksinasi booster kedua.

Vaksinasi nakes di RSUD Klungkung beberapa waktu lalu.
Vaksinasi nakes di RSUD Klungkung beberapa waktu lalu. (istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Susila mengatakan, sudah mulai dari kemarin pihaknya melakukan vaksinasi booster dosis ke II. Yang sebelumnya, juga diberikan surat edaran untuk melaksanakan vaksinasi dosis ke empat ini. Yang pelaksanaannya dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) dan atau di Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19. Dan dipastikan untuk pelaksanaan tidak akan menganggu pemberian layanan kesehatan pada masyarakat.

“Sudah dilakukan mulai kemarin. Dan imbauan tetap tidak menganggu pelayanan kesehatan,” ucapnya Jumat 5 Agustus 2022.

Dijelaskannya, bahwa untuk Bali sedikitnya akan ada sekitar 30 ribu dosis yang diberikan.

Sedangkan Tabanan akan mendapat jatah sesuai dengan Nakes yang ada sekitar 4.051.

Hal ini dilakukan, supaya para Nakes bersama sama membantu pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan.

Sebab, protokol kesehatan itu tetap penting untuk diterapkan. Dan saat ini kondisi untuk capaian vaksinasi di Tabanan untuk dosis kedua dan booster pertama sekitar 80 persen.

"Jangan salah paham. Meskipun sudah divaksin bukan berarti tidak perlu menerapkan prokes. Vaksin itu mencegah gejala berat. Sementara prokes itu mencegah risiko tertular," bebernya. (ang).

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved