Berita Bali

Kasus Begal dan Money Changer Ilegal, Desa Adat Kuta Sudah Gusar

Potongan video segerombolan pria mencoba begal ponsel wisatawan di wilayah Kuta tersebar di media sosial. Desa Adat Kuta langsung bergerak.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: I Putu Darmendra
Tribun Bali/Zaenal
Desa Adat Kuta patroli dan penjagaan setelah kasus begal ponsel wisatawan dan money changer ilegal. 

TRIBUN-BALI.COM - Potongan video segerombolan pria mencoba begal ponsel wisatawan di wilayah Kuta tersebar di media sosial.

Desa Adat Kuta langsung patroli dan penjagaan. Krama sudah gusar dengan ulah orang-orang yang mencoreng citra pariwisata Kuta. 

Pecalang, Penrepti serta Forum Kuta Bersatu mulai menggelar patroli.

Mereka keliling menjaga keamanan pada malam, sebagian lagi siaga di sejumlah titik.

Ini terlihat pada pada Sabtu 6 Agustus 2022.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista.

Dalam patroli itu juga dilakukan pengawasan terhadap money changer ilegal atau tempat penukaran uang yang telah disegel.

Baca juga: Perangkat Desa Adat Kuta Geram Segel di Money Changer Bodong Dibuka

Prajuru memastikan apakah money changer tersebut masih beroperasi atau tidak setelah disegel BI.

"Tentang video viral upaya pembegalan terhadap wisatawan, kami di desa adat merasa terpukul.

Sehingga kami berupaya untuk membantu kepolisian, dalam hal ini kami melakukan ronda malam," ujar Wasista.

Ronda malam ini maksudnya adalah melakukan patroli maupun berjaga disejumlah titik pada malam hari.

"Kami sudah tentukan mulai besok (hari ini) akan melakukan sidak gabungan di masing-masing banjar.

Itu standby di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan," kata Wayan Wasista.

Wasista mengatakan yang perlu diatensi adalah pusat-pusat keramaian seperti Jalan Legian, Jalan Popis I dan jalan Pantai Kuta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved