Berita Bali

Eks Bupati Tabanan Eka Wiryastuti Hadapi Tuntutan Pidana Jaksa KPK

Eks Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti akan menjalani sidang tuntutan dari jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Ti

Penulis: Putu Candra | Editor: Marianus Seran
Putu Candra
Eka Wiryastuti saat diwawancara awak media saat sidang diskors. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Eks Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti akan menjalani sidang tuntutan dari jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Kamis, 11 Agustus 2022.

Terdakwa Eka Wiryastuti menjalani sidang tuntutan pidana terkait dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan anggaran 2018.

Tidak hanya Eka Wiryastuti, terdakwa I Dewa Nyoman Wiratmaja yang merupakan dosen Universitas Udayana sekaligus mantan staf khusus Eka Wiryastuti juga menjalani sidang tuntutan. Terdakwa Dewa Wiratmaja akan menjalani sidang dalam berkas terpisah.

Warsa T Bhuwana selaku anggota penasihat hukum terdakwa Eka Wiryastuti membenarkan besok kliennya akan menghadapi tuntutan dari jaksa penuntut KPK. "Iya besok agendanya pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut," terangnya saat dihubungi, Rabu, 10 Agustus 2022.

"Kami menunggu saja, bagaimana dakwaan pada tuntutan jaksa penuntut. Setelah itu kami kan diberikan kesempatan mengajukan pledoi," imbuhnya.

Warsa juga berharap nantinya jaksa penuntut umum agar obyektif dalam mengajukan tuntutan. "Kami harap jaksa penuntut umum dalam tuntutannya obyektif berdasarkan fakta persidangan," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Vaksin Covid 19 Sisa Jelang Kadaluarsa, Dinkes Bangli Beri Penjelasan Lengkap

Sementara itu dimintai komentarnya terkait sidang tuntutan, Eka Wiryastuti hanya bisa pasrah dan ikhlas.

"Saya hanya bisa berdoa, dan saya ikhlas apapun itu. Yang penting niat saya tidak ada jahat. Niat saya baik untuk mengabdi dan semua saya serahkan kepada yang di atas," ucapnya usai menjalani sidang pekan lalu.

Pula, putri ketua DPRD Propinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama ini menegaskan, tidak tahu menahu tentang pengurusan DID pusat yang dilakukan oleh terdakwa Dewa Wiratmaja.

"Saya tidak tahu apa-apa. DID itu kan otomotis, tanpa diurus. Tahun 2017 bukan hanya Tabanan saja yang mendapat sekitar Rp 50 miliar. Buleleng juga dapat DID Rp 50 miliar. Cuma Buleleng tidak ada yang naksir. Kalau Tabanan banyak yang naksir. Harusnya mampirnya ke Buleleng ya," selorohnya tertawa.

Sementara itu, jaksa penuntut KPK dalam surat dakwaannya mendakwa terdakwa Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja dengan dakwaan alternatif.

Dakwaan pertama, perbuatan kedua terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20  tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Atau kedua Pasal 13 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20  tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca juga: Rencana Distribusi Logistik Pemilu 2024, KPU Bali Sebut Hanya Miliki Waktu 75 Hari

Diketahui, Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja ditahan di dua tempat berbeda. Eka Wiryastuti ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali. Sedangkan Dewa Wiratmaja ditahan di Rutan Polresta Denpasar. Keduanya ditahan di Bali usai menjalani pelimpahan oleh penyidik KPK. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved