Berita Gianyar

KPPAD Bali Nilai Lomba Gerak Jalan Gianyar Dinilai Masih Ada Catatan

Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali, I Kadek Ariasa terus melakukan pemantauan terhadap Lomba Gerak Jalan tingkat SD

Istimewa
Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali, I Kadek Ariasa terus melakukan pemantauan terhadap Lomba Gerak Gerak Jalan tingkat SD, SMP dan SMA/K se Kabupaten Gianyar. 

 


TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali, I Kadek Ariasa terus melakukan pemantauan terhadap Lomba Gerak Jalan tingkat SD, SMP dan SMA/K se-Kabupaten Gianyar.

Pihaknya melihat saat ini, gelaran serangkaian 17 Agustusan itu, telah mengalami kemajuan ke arah perlindungan anak di tahun 2022 ini. 


Meskipun secara garis besar, lomba ini telah mengalami pembenahan, namun Ariasa masih melihat ada hal yang perlu dicatat, untuk dibenahi dalam kegiatan di kemudian hari, yakni, busana.

Baca juga: KASUS HIV/AID di Gianyar Memprihatinkan, Pertengahan tahun ini Ditemukan 91 Kasus

Ariasa melihat, ada grup yang menggunakan kostum yang relatif seksi, yakni rok di atas lutut.


"Tahun ini kegiatan lomba gerak jalan siswa di Kabupaten Gianyar sudah lebih baik. Mereka telah melakukan pencegahan hal-hal negatif yang biasanya muncul selama kegiatan, termasuk potensi kekerasan terhadap anak seperti yang pernah terjadi pada kegiatan tahun-tahun sebelumnya,"


"Seperti jalanan macet sehingga memberi dampak pada keamanan dan kenyamanan para peserta saat ada di jalanan umum. Kemacetan menyebabkan peserta menghirup udara kotor di jalanan, sehingga ada yang bahkan harus dirawat tim medis saat sampai di garis finish," ujar Ariasa.

Baca juga: Sambut Tujuh Belasan, Pemkab Gianyar Adakan Lomba Gerak Jalan


Pihaknya pun mengapresiasi pihak panitia.

Sebab sebelum lomba dimulai, rupanya mereka telah memastikan bahwa lomba ini sesuai dengan standar perlindungan anak. Mulai dari rute hingga tim kesehatannya. 


"Lomba tahun ini diatur untuk ikut memberikan perlindungan terhadap anak dengan mengurangi jarak, menutup rute gerak jalan dari kendaraan umum serta menyiapkan tim kesehatan di tujuh titik penting untuk mengantisipasi kondisi kesehatan para peserta."

"Tim medis ini di luar tim pengawas dan pendamping dari sekolah masing-masing," ujarnya.


Namun dari semua pantauannya, Ariasa masih menemukan hal yang perlu dibenahi.

"Dari pemantauan tersebut, memang semua lebih lancar, aman dan nyaman bagi peserta. Dari total 25 peserta lomba gerak jalan indah putri SMP semuanya sampai finish dengan segala kelebihan dan kekurangannya,"


"Hanya ada sedikit catatan yang sempat dipantau dan juga sebagai masukan masyarakat penonton untuk peserta yang memakai pakaian terlalu minim, seperti ada kesan seksi. Ini menjadi perhatian agar tetap memperhatikan kesan estetika dan norma etika yang sopan, yang tidak menimbulkan potensi kekerasan terhadap siswa peserta tersebut.


"Kekerasan yang dimaksud, bisa saja penonton menggoda peserta berpakaian seksi tersebut. Apalagi digoda penonton remaja. Hal itu kurang baik bagi pendidikan perlindungan anak," tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved