Berita Tabanan

Modus Baru Simpan Sabu di Micro Tube PCR, Polisi Bekuk Pengedar Ini, Pengembangan di Enam TKP

Modus baru penyimpanan Sabu-Sabu (SS), berhasil dibongkar oleh Satresnarkoba Polres Tabanan.

Tribun Bali
Satresnarkoba menggelar perkara pembongkaran modus baru penyimpanan dan peredaran Sabu-Sabu di Tabanan, Selasa 16 Agustus 2022 di Mapolres Tabanan. (TB/Ardhiangga Ismayana). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Modus baru penyimpanan Sabu-Sabu (SS), berhasil dibongkar oleh Satresnarkoba Polres Tabanan.

Modus baru ini, yakni menyimpan SS di dalam Micro Tube PCR, yang dilakukan oleh tersangka Komang Cahya Putra Pande alias Petruk, 26 tahun, warga Banjar Pangkung, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Tersangka ditangkap dan dari pengambangan ada enam TKP tempat penyimpanan SS tersangka.

Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Jumat 5 Agustus 2022, sekira pukul 18.20 Wita.

Baca juga: Pasca PMK, 240 Ekor Sapi Ikut Asuransi

Informasi awal, bahwa tersangka sering melakukan transaksi jual-beli SS.

Pada awal penangkapan polisi mendapati tersangka di sebuah rumah kos di Desa Pandak Gede di Kecamatan Kediri.

Kemudian dalam penggeledahan badan tidak ditemukan barang bukti.

Akhirnya, dilakukan penyisiran dan mendapati satu plastik klip SS, yang ditaruh di Micro Tube PCR.

“Dari enam tkp itu kemudian kami dapati sekitar 11,16 gram Sabu,” ucapnya Selasa 16 Agustus 2022.

Baca juga: KISAH PILU Balita Meninggal Dunia, Ni Putu Apri Menangis di Depan Kuburan Sang Putra

Ranefli mengaku, dalam penangkapan di enam tkp dari tersangka ini, untuk penyimpanan di Micro Tube PCR merupakan modus baru, yang berhasil dibongkar.

Dan tersangka sendiri memang merupakan pengedar.

Selain tersangka dan SS sejumlah 11,16 gram itu, juga disita motor tersangka timbangan digital, alat isap SS dan barang bukti lainnya.

“Kami juga sita barang bukti lainnya dan sedang kami kembangkan untuk mencari pemasok Sabu tersebut,” ungkapnya.

Ranefli menambahkan, tersangka disangkakan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 dan untuk hukuman diancam empat tahun penjara paling singkat. Dan paling lama tersangka diancam hukuman 12 tahun. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved