Berita Buleleng

Pasca PMK, 240 Ekor Sapi Ikut Asuransi

Minat kelompok ternak untuk mengikuti Asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTSK) meningkat tahun ini.

Ratu Ayu Astri Desiani
Pemotongan bersyarat terhadap sejumlah sapi yang terserang PMK Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Minat kelompok ternak untuk mengikuti Asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTSK) meningkat tahun ini.

Tercatat ada 240 ekor sapi milik 12 kelompok ternak didaftatkan untuk mengikuti program dari Kementerian Pertanian ini. 

Kebid Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian Buleleng, Made Siladharma ditemui Selasa (16/8) mengatakan, meningkatnya jumlah sapi atau kerbau yang mengikuti asuransi ini salah satunya terjadi pasca adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Peternak mulai menyadari bahwa asuransi ini dapat memberikan perlindungan berupa biaya ganti rugi, apabila sapi atau kerbaunya mati karena berbagai faktor. 

Namun pada tahun ini, pusat kata Siladharma menghapus PMK dari daftar klaim AUTSK.

Baca juga: KISAH PILU Balita Meninggal Dunia, Ni Putu Apri Menangis di Depan Kuburan Sang Putra

Sebab, sapi yang dipotong bersyarat karena terserang PMK, akan diberikan santunan secara khusus oleh pemerintah pusat.

Sehingga bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih. 

Kini AUTSK hanya fokus diberikan kepada sapi yang mati saat beranak atau karena terserang penyakit lain, kecelakaan (patah tulang), serta hilang akibat dicuri.

Untuk mengikuti AUTSK, peternak wajib bergabung dalam kelompok ternak. Sememtara sapi atau kerbau yang bisa diikutkan dalam asuransi ini hanya yang betina. 

Terkait pembayaran premi, Siladhrama menyebut, biayanya sudah disubsidi oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Oleh-oleh Bali, Kopi Kintamani Bali, Cita Rasa Kompleks dan Tak Terlalu Pahit

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved