Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nekat Akhiri Hidup di Bali

NEKAT Akhiri Hidup Sepasang Kekasih di Kamar Kos, Diduga Karena Hubungan Cinta Terlarang?

Penghuni rumah kos yang berlokasi di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng dibuat kaget pada Selasa (20/1/2026) pagi.

Istimewa
PEMERIKSAAN - Petugas medis saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Putu AS dan Kadek SBC. Keduanya ditemukan ulah pati di kamar kos. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aksi nekat akhiri hidup alias ulah pati kembali terjadi di Bali, kali ini di Buleleng

Penghuni rumah kos yang berlokasi di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng dibuat kaget pada Selasa (20/1/2026) pagi.

Ini karena salah satu penghuni kos ditemukan ulah pati bersama wanita yang merupakan pacarnya.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan peristiwa ulah pati. Laporan tersebut diterima pukul 11.00 WITA dan segera ditindaklanjuti.

Baca juga: REM BLONG! Espass Parkir Dihantam Truk Box Sampai Ringsek di Turunan Jalur Banyuatis-Munduk Buleleng

Baca juga: PERAHU Tanpa Tuan Ditemukan di Pesisir Pantai Tembles, Kena Gelombang Tinggi, Nelayannya Kemana? 

"Anggota Polsek Sukasada segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi serta pemeriksaan terhadap tubuh jenazah," ucapnya. 

Adapun identitas jenazah pria berinisial Putu AS (28) asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Sedangkan identitas jenazah perempuan berinisial Kadek SBC (24) 

Peristiwa ini berawal saat rekan Putu AS bernama Kadek Wida, datang ke kos sekitar pukul 10.30 WITA. Saat itu, dia mendapati sepeda motor Kadek SBC terparkir di kos. Wida sempat mengetuk pintu kamar Putu AS, namun 10 menit berselang, tidak ada jawaban.  

Karena hal inilah, Wida menghubungi pemilik kos bernama Made Heriawan. Ia meminta kunci kos cadangan, namun ternyata pintu dikunci dari dalam sehingga tidak bisa dibuka. 

"Saat itu saksi Wida memanjat dan coba mengintip dari ventilasi. Ia melihat Putu AS dan Kadek SBC telah tergantung berdua di antara kamar mandi dan dapur," ungkapnya. 

Informasi tersebut segera diberitahukan pada Heriawan. Kemudian ia menghubungi Kelian Banjar Adat Sari Kelod dan melapor ke Polsek Sukasada. 

Sementara dari hasil pemeriksaan tubuh jenazah, petugas medis Puskesmas Sukasada 2 tidak menemukan tanda kekerasan.

Melainkan tanda-tanda meninggal dunia diduga gantung diri. "Dari keterangan petugas medis, keduanya diperkirakan telah meninggal dua hingga enam jam sebelum ditemukan," ujarnya. 

Sementara disinggung motif keduanya nekat melakukan ulah pati bersama, IPTU Yohana diduga karena hubungan asmara terlarang. Sebab Putu AS yang telah memiliki istri, menjalin hubungan asmara dengan Kadek SBC yang masih gadis. 

"Peristiwa ini murni gantung diri berdasarkan dari hasil pemeriksaan medis dan sudah mendapatkan penanganan dari unit Reskrim Polsek Sukasada," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved