Berita Denpasar

Satu Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Meninggal Dunia, Kasus Positif Bertambah 39 Orang

Satu Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Meninggal Dunia, Kasus Positif Bertambah 39 Orang

Penulis: Putu Supartika | Editor: Marianus Seran
AFP/BAY ISMOYO
Foto udara memperlihatkan kuburan yang disiapkan untuk jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta pada 22 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Selasa 16 Agustus 2022 diketahui kasus meninggal dunia bertambah 1 orang. 

Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 40 orang dan kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 39 orang. 

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 53.801 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 52.340 orang  (97,28 persen), meninggal dunia sebanyak 1.117 orang (2,08 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 344 orang (0,64 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan Covid-19 di Kota Denpasar menunjukkan trend peningkatan, tetapi masih terkendali. 

Baca juga: Modus Baru Simpan Sabu di Micro Tube PCR, Polisi Bekuk Pengedar Ini, Pengembangan di Enam TKP

Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. 

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," kata Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan sub varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

Baca juga: KISAH PILU Balita Meninggal Dunia, Ni Putu Apri Menangis di Depan Kuburan Sang Putra

"Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi," imbuhnya.

Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  

Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. 

Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster. (*)
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved