Berita Klungkung

Inilah Dampak Gempa yang Terjadi Kemarin, Pilar Bangunan di KPU Klungkung Retak Parah

Gempa bumi yang terjadi Senin (23/8/2022) sore, menyebabkan pilar penyangga di Ruang Verifikator KPU Klungkung semakin rusak parah.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Kondisi pilar bangunan di ruang verifikator KPU Klungkung yang retak parah akibat gempa, Selasa (23/8/2022). ist 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Gempa bumi yang terjadi Senin (23/8/2022) sore, menyebabkan pilar penyangga di Ruang Verifikator KPU Klungkung semakin rusak parah.

Tim yang sedang bekerja memverifikasi parpol saat ini waswas, jika kerusakan parah itu bisa membuat gedung roboh.

"Tim verifikator semua lari keluar gedung saat gempa. Tentu panik, karena ruangan sudah banyak retak,"ujar Devisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Klungkung I Gede Suka Astreawan, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya saat ini Gedung KPU Klungkung kondisinya sudah memprihatinkan. Tembok beberapa ruangan telah retak, khususnya di ruang verifikator ada pilar penyangga gedung yang retaknya kian parah setelah terjadi gempa.

"Pilar penyangga di ruangan verifikator itu semakin retak akibat gempa kemarin. Semakin menakutkan," ungkapnya.

Kondisi pilar bangunan di ruang verifikator KPU Klungkung yang retak parah akibat gempa, Selasa (23/8/2022). ist
Kondisi pilar bangunan di ruang verifikator KPU Klungkung yang retak parah akibat gempa, Selasa (23/8/2022). ist (istimewa)

Ia pun berharap perbaikan segera dilakukan, jika tidak ia khawatir bangunan bisa roboh.

Sementara itu Ketua KPU Klungkung, I Gusti Lanang Mega Saskara menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan gedung baru ke KPU Pusat.

"Usulan sudah ada, tapi belum ada keputusan dari pusat," ujar Gusti Lanang Mega Saskara.

Ia menjelaskan, Gedung KPU Klungkung saat ini sudah berusia 35 tahun. Kondisinya sudah memprihatinkan, seperti tembok retak, pilar retak dan pelavon yang bocor,

"Sebenarnya Gedung KPU ini sudah tidak representarif lagi jika dipakai kantor. Ini gedung usianya sudah 35 tahun. Sempat ada pengecekan dari Dinas PU, nilai bangunan sudah Rp9 juta," ungkapnya.

Pihaknya pun tahun lalu sudah mengusulkan pembangunan gedung baru ke KPU Pusat, namun belum ada kepastian dari pusat. Usulan tersebut berupa gedung baru senilai Rp8 miliar, dengan tiga lantai.

"Usulan kami itu gedung 3 lantai. Lantai 1 untuk parkir, lantai 2 untuk kantor, dan lantai 3 untuk ruang rapat. Sampai sekarang belum ada jawaban, semoga bisa terealisasi," harapnya. (mit)

berita lainnya

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved