Kompor Mayat Meledak

OLAH TKP Kompor Mayat Meledak di Blahbatuh, Tabung Minyak Terlempar Hingga 32 Meter

Tim Olah TKP Bidlabfor Polda Bali, mendatangi setra Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8/2022), untuk olah TKP kompor mayat meledak

weg
OLAH TKP - Petugas Bidlabfor Polda Bali melakukan olah TKP di kuburan Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8). Mereka mencari penyebab kebakaran yang merenggut dua korban jiwa dan korban luka. Tragedi kompor mayat meledak. 

Oscar menghembuskan nafas terakhir di Sanglah, pada 22 Agustus 2022.

Oscar mengalami luka bakar serius, dengan luas mencapai 98 persen. 

Kepergian Oscar menjadi duka mendalam bagi istri dan keluarganya, terutama ketika Oscar memiliki anak yang masih balita. 

Bagus Oscar Horizon (34) asal Banjar Intaran, Desa Pejeng, Tampaksiring meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUP Sanglah, karena mengalami luka bakar 98 persen akibat insiden kompor mayat meledak di Blahbatuh, Gianyar, Bali.
Bagus Oscar Horizon (34) asal Banjar Intaran, Desa Pejeng, Tampaksiring meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUP Sanglah, karena mengalami luka bakar 98 persen akibat insiden kompor mayat meledak di Blahbatuh, Gianyar, Bali. (Istimewa)

Tak hanya Kadek Gian, ada pula korban jiwa lainnya dari tragedi kompor mayat meledak ini. 

Korban jiwa lainnya adalah Bagus Oscar, asal Intaran, Tampaksiring. 

Dua korban jiwa kompor mayat meledak ini, Bagus Oscar Norizon Ninu (33) dan I Kadek Gian Permana Putra (14) meninggal dunia di RSUP Prof IGNG Ngoerah (RSUP Sanglah).

Bagus Oscar meninggal, Sabtu (20/8/2022) malam.

Kadek Gian meninggal, Minggu (21/8/2022) pukul 17.00 WITA.

“Memang kedua korban ini kondisinya sudah sangat parah dengan luas terbakar lebih dari 90 persen.

Kondisinya seluruh tubuh mengalami luka bakar, termasuk wajah, rambutnya juga habis terbakar,” ujar Dr dr Agus Roy Rusly Hariantana Hamid, SpBP-RE (K), dalam konferensi pers, Senin (22/8/2022).

Dokter yang bertanggung jawab menangani kasus ini, kemudian menjelaskan kondisi kedua korban jiwa ini diperparah dengan penyebab-penyebab lainnya.

Korban diketahui kekurangan cairan, kemudian mengalami gangguan jalan nafas, dan memiliki suhu tubuh yang rendah yaitu di bawah 34-35 derajat Celcius.

Inilah tiga penyebab utama yang kemudian membuat kasus luka bakar menjadi lebih parah dan sulit untuk dapat bertahan.

Mewakili rumah sakit, dokter Roy menjelaskan pihaknya sudah berusaha secara optimal, walau akhirnya kedua pasien meninggal dunia.

Didampingi jajaran tim yang menangani kasus luka bakar, dokter Roy tak lupa mengucapkan terima kasih kepada RSUD Sanjiwani.

RSUD Sanjiwani Gianyar telah memberikan penanganan fase akut, kepada dua pasien ini terutama kepada pasien yang kedua.

Konferensi pers RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali terkait kondisi terkini korban ledakan kompor mayat dan rencana tindakan
Konferensi pers RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali terkait kondisi terkini korban ledakan kompor mayat dan rencana tindakan (Yunia)

Setelah sepeninggalan dua korban kompor mayat meledak, masih ada empat pasien yang harus mendapatkan penanganan di rumah sakit.

“Semua korban saat ini dalam kondisi sadar, bisa makan dan minum.

Namun makan dan minum pasien semuanya diatur oleh ahli gizi di penanganan luka bakar,” jelas Dokter Roy.

Dokter Roy yang sekaligus dokter penanggung jawab kasus ini, kemudian merincikan kondisi para korban.

Pasien yang pertama memiliki luas luka bakar 70 persen ini, kondisinya masih kritis dan belum stabil atas nama I Kadek Dwi Putra Jaya.

Lelaki 30 tahun ini saat ini hanya menggunakan oksigen masker dan tidak menggunakan inkubasi.

Saat ini, pihak rumah sakit sedang mengejar kecukupan cairan dan mempertahankan jalan nafas pasien.

Pasien yang kedua usianya 11 tahun, dengan luas luka bakar 38 persen atas nama I Gusti Ngurah Pradita.

Walaupun luas luka bakar di bawah 50 persen, namun luka bakar cukup berat bagi anak-anak apalagi usianya di bawah 15 tahun.

Kondisinya saat ini stabil, namun agak sedikit mengalami demam.

Ketiga adalah pasien dewasa muda, usianya 32 tahun dengan luas luka bakar 54 persen, atas nama I Ketut Adi Wiranata.

Kestabilan kondisinya saat ini lebih baik dibandingkan korban lainnya.

Walaupun tidak ada sesak dan demam, korban tetap perlu penanganan dan monitor yang cukup karena luas luka bakarnya di atas 30 persen. 

Terakhir adalah korban dengan luas luka bakar 43,5 persen atas nama I Gusti Made Budiarta.

Kondisinya cukup stabil karena hanya mengalami luka di punggung dan dada.

Tapi karena luas luka bakarnya lebih dari 30 persen, perlu mendapatkan penaganan dan monitor yang tepat. 

OLAH TKP - Petugas Bidlabfor Polda Bali melakukan olah TKP di kuburan Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8). Mereka mencari penyebab kebakaran yang merenggut dua korban jiwa dan korban luka.
OLAH TKP - Petugas Bidlabfor Polda Bali melakukan olah TKP di kuburan Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8). Mereka mencari penyebab kebakaran yang merenggut dua korban jiwa dan korban luka. (weg)

Sosok Periang di Mata Rekan-rekan Kerja

Suasana duka sangat terasa dalam prosesi ngaben almarhum Bagus Oscar Horizon Ninu (34) di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin (22/8).

Dari penuturan rekan-rekan kerjanya, korban dari peristiwa meledaknya kompor mayat itu dikenal sosok periang dan seru dalam pergaulan.

Jenazah Bagus Oscar Horizon tiba di Krematorium Dharma Kusuma sekitar, pukul 07.30 WITA.

Isak tangis keluarga mengiringi kepergian warga asal Banjar Intaran, Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar tersebut.

Kerabat terus berusaha menenangkan istri dari Bagus Oscar yang terus menangis, jelang dimulainya prosesi ngaben.

Tidak hanya keluarga dan kerabat, rekan-rekan kerja dari Bagus Oscar di Telkom juga berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa.

Di mata rekan-rekannya, Bagus Oscar dikenal sebagai sosok yang periang dan seru dalam pergaulan.

"Ia periang dan sangat seru. Kalau ada dia, suasana selalu heboh," ujar seorang rekan kerjanya di PT Telkom saat ditemui di lokasi kremasi, Senin.

Bagus Oscar Horizon Ninu dikenal sejak lama sebagai pegawai di Telkom.

Ia membantu usaha kompor mayat pamannya di saat libur atau jika ada waktu senggang.

"Ia (Bagus Oscar) memang sering bantu pamannya usaha bakar jenazah. Tapi itu kerja sambilannya," ujar seorang kerabat Bagus Oscar, Wayan Wija.

Pada saat musibah terjadi, Jumat (19/8) lalu, Bagus Orcar bersama kerabatnya yang lain ikut membantu usaha sewa kompor jenazah pamannya yang saat itu ramai order.

"Korban lain yang masih dirawat di RSUP Sanglah karena luka bakar juga masih keluarga. Semua ikut bantu saat pembakaran jenazah. Ini benar-benar musibah," jelasnya.

Bagus Oscar juga dikenal sebagai kepala keluarga.

Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang di antaranya masih balita. Selama ini ia juga tinggal bersama ibu dan kakeknya.

Ketua Pelaksana Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, Wayan Ariana menjelaskan, proses pengabenan terhadap jenazah Bagus Oscar Horizon Ninu dilaksanakan, Senin pagi.

Prosesi dimulai dengan ngulapin di Pura Dalem dan Prajapati, dan dilanjutkan membersihkan layon (janazah).

"Setelah itu dilakukan prosesi ngaskara (penyucian janazah), dan dilanjutkan ngaben (pembakaran jenazah) yang dipuput sulinggih," jelasnya.

Setelah menjadi abu, dilanjutkan prosesi nganyud di Pantai Goa Lawah. Proses pengabenan ini dipuput langsung sulinggih, Ida Pandita Mpu Dirgha Dwija Nanda. (weg/yun/mit/sar/gus)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved