Kompor Mayat Meledak
OLAH TKP Kompor Mayat Meledak di Blahbatuh, Tabung Minyak Terlempar Hingga 32 Meter
Tim Olah TKP Bidlabfor Polda Bali, mendatangi setra Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8/2022), untuk olah TKP kompor mayat meledak
Menurut Gading, Kadek Gian merupakan sosok periang, yang mudah bergaul dengan siapa saja.
Semasa hidupnya suka bermain voli.
Ia merupakan anak kedua, yang dibesarkan oleh ibunya pasca ayahnya meninggal karena sakit sekitar tiga tahun lalu.
Kadek Gian tumbuh dengan baik dalam keluarga wirauhasa yang bergerak di bidang beras.
"Kadek Gian orangnya baik. Saya sangat kehilangan sekali. Sudah seperti anak sendiri," ujar Gading.
Jero Bendesa Selat Belega, I Made Arto, mengatakan Kadek Gian semasa hidupnya merupakan anak yang aktif dan suka bergaul.
"Semua warga sangat kehilangan sosok Kadek Gian," ujarnya.
Terkait prosesi pengabenan Kadek Gian, Arto mengatakan pihak krama telah menyiapkan sarana prasarana sejak Minggu kemarin.
Polah-palih atau rangkaian upacara ngaben pada Selasa, seperti dresta setempat, yakni menggunakan petulangan.
Sebagai keturunan Arya Tan Mundur, petulangan Kadek Gian menggunakan singa merah.
"Kemarin krama langsung tedun membuat sarana upakara pengabenan, tapi untuk petulangannya, karena terkendala waktu, diputuskan untuk membeli di luar," ujarnya.
Arto mengatakan ngaben akan digelar di setra atau kuburan Desa Selat Belega dari pagi, dan kemungkinan kremasi atau pembakaran akan berlangsung siang hari.
Dalam mengantisipasi hal serupa tak terjadi lagi, akan disiagakan mobil pemadam kebakaran.
Sementara untuk pembakaran, pihaknya tetap menggunakan kompor pembakaran mayat.
Namun untuk bahan bakarnya, pihaknya belum mengetahui jenis apa yang digunakan.