Kompor Mayat Meledak

OLAH TKP Kompor Mayat Meledak di Blahbatuh, Tabung Minyak Terlempar Hingga 32 Meter

Tim Olah TKP Bidlabfor Polda Bali, mendatangi setra Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8/2022), untuk olah TKP kompor mayat meledak

weg
OLAH TKP - Petugas Bidlabfor Polda Bali melakukan olah TKP di kuburan Desa Adat Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Senin (22/8). Mereka mencari penyebab kebakaran yang merenggut dua korban jiwa dan korban luka. Tragedi kompor mayat meledak. 

Mereka selalu menitikkan air mata, saat mengingat sosok Kadek Gian, yang terbaring kesakitan saat dalam perawatan di RSUP Sanglah.

"Besok (hari ini, Red) Kadek Gian langsung diaben, jenazahnya masih di rumah sakit.

Besok dipulangkan langsung diaben," ujar seorang keluarga Kadek Gian, dengan nada sedih di Desa Selta Belega, Senin.

Dia pun mengatakan, pihak keluarga belum siap diwawancarai terkait hal ini.

Kehilangan bukan hanya dirasakan oleh pihak keluarga, namun juga warga setempat.

Seperti halnya I Komang Gading, pecalang Desa Adat Selat Belega mengatakan, dadanya terasa sesak saat mendengarkan kabar bahwa Kadek Gian meninggal.

"Dada saya terasa sesak begitu tahu Kadek Gian meninggal dunia.

Kadek Gian sudah saya anggap sebagai anak sendiri.

Dia sering bermain sama anak saya," ujarnya.

Baca juga: LUKA BAKAR Korban Kompor Mayat Meledak Sampai 98 Persen, Simak Beritanya

Baca juga: NGERI, Ngaben di Blahbatuh, Sejumlah Warga Terbakar, UGD RSUD Sanjiwani Penuh

Persiapan pengabenan almarhum Kadek Gian Pramana Putra (15), pasca terbakar saat upacara ngaben di Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 19 Agustus 2022 lalu.
Persiapan pengabenan almarhum Kadek Gian Pramana Putra (15), pasca terbakar saat upacara ngaben di Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 19 Agustus 2022 lalu. (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Gading pun menghela napas, saat mengingat momen Kadek Gian berlari ke rumah warga dalam kondisi terbakar.

Saat itu, dirinya bersama warga lainnya ikut berlari mengejar Kadek Gian untuk membantunya.

Namun upaya Kadek Gian menyelamatkan diri tak berhasil.

Ia pun meninggal dunia dalam perawatan di RSUP Sanglah, dengan luka bakar mencapai 90 persen.

"Saat itu situasinya sangat krodit. Semua orang panik. Semua kendaraan warga ikut diturunkan membawa para korban ke rumah sakit.

Mobil patroli polisi yang kebetulan lewat juga banyak membawa korban ke rumah sakit," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved