Berita Gianyar

Mengenang Gian, Korban Ledakan Kompor Mayat di Blahbatuh, Kehilangan Teman Periang dan Suka Membantu

Tragedi kompor mayat meledak di Blahbatuh, Gianyar, Kadek Gian mengalami luka bakar 90 persen

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Yunia Andriyani
Proses pengabenan Kadek Gian salah satu korban kompor mayat meledak di Setra Desa Adat Selat, Belega, Blahbatuh, Gianyar - Mengenang Gian, Korban Ledakan Kompor Mayat di Blahbatuh, Kehilangan Teman Periang dan Suka Membantu 

Hal senada juga diutarakan Rama Wijaya, Guru Agama Kadek Gian di sekolah. Rama mengatakan Kadek Gian merupakan pelajar aktif dan bisa mencairkan suasana kelas.

“Anaknya aktif mengikuti pelajaran di kelas, nilainya juga lumayan. Dia lucu jadi kalau kelas lagi tegang dia yang buat jadi lebih santai dengan kelucuannya,” ujar Rama kepada Tribun Bali.

Biasanya, sepulang sekolah Kadek Gian langsung ke rumah bersama teman-temannya untuk bermain bersama.

Made Valent kerap main ke rumah Kadek Gian atau sebaliknya dan bermain game online.

Terkadang mereka juga bermain di luar rumah atau menjalankan hobi Kadek Gian yang ternyata pecinta automotif.

“Kadang bikin layangan juga dan bongkar pasang motor karena dia suka automotif,” ujar Made Valent.

Segala usaha telah diupayakan pihak sekolah dengan mengarahkan seluruh warga sekolah mendoakan Kadek Gian.

Namun takdir berkata lain, Kadek Gian harus meninggalkan mereka semua menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kepergian Kadek Gian untuk selama-lamanya membuat kaget seluruh warga sekolah dan membuat rasa kehilangan.

Seluruh pelajar kelas 9 didampingi para guru pun berkesempatan mengantar Kadek Gian ke tempat peristirahatanya terakhir.

Sebelumnya mereka telah melayat dengan membawa perlengkapan melayat seperti pada umumnya.

Mereka juga memberikan donasi berupa uang tunai yang telah dikumpulkan dari seluruh warga sekolah.

“Kami sudah ikhlas, walaupun di hati kecil kami merasa sedih sekali. Semoga Gian dapat tempat yang baik dan bisa memberikan tuntunan kepada kita dari Surga,” harap Rama.

Ia berharap Kadek Gian dapat menemukan jalan yang baik ke surga dan keluarga yang ditinggalkan sapat diberikan ketabahan.

Kepada para guru dan pelajar lainnya Rama berharap agar iklas, tetap semangat, dan tidak larut dalam kesedihan. (putu yunia andriyani)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved