Berita Klungkung

Rambu Peringatan Jalan Rusak Banyak Hilang, Sejumlah Jalan Rusak Hanya Dipasang Penanda "Darurat"

Rambu Peringatan Jalan Rusak Banyak Hilang, Sejumlah Jalan Rusak Hanya Dipasang Penanda "Darurat"

Foto: Eka Mita Suputra
Rambu peringatan jalan yang dipasang pada jalam rusak di Ruas Jalan Raya Takmung, Rabu (24/8/2022). Beberapa rambu bahkan hilang setelah dipasang pemerintah. 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Beberapa jalan rusak di Klungkung belum dipasang rambu peringatan oleh pemerintah. Padahal pemasangan rambu ini merupakan kwajiban dari pemerintah, untuk mengantisipasi kecelakaan yang terjadi karena kerusakan jalan.

Rambu jalan rusak tampak sudah dipasang pada jalan rusak di Banda, Desa Takmung. Namun banyak juga jalan rusak parah yang belum dipasang rambu peringatan, misal jalan rusak Desa Tihingan, Desa Timuhun, menuju Desa Bumbungan.

Demikian halnya jalan yang rusak parah akibat aktivitas truck pengangkut tanah di beberapa desa di Kecamatan Dawan juga belum dipasang rambu peringatan.

Rambu peringatan jalan yang dipasang pada jalam rusak di Ruas Jalan Raya Takmung, Rabu (24/8/2022). Beberapa rambu bahkan hilang setelah dipasang pemerintah.
Rambu peringatan jalan yang dipasang pada jalam rusak di Ruas Jalan Raya Takmung, Rabu (24/8/2022). Beberapa rambu bahkan hilang setelah dipasang pemerintah. (Foto: Eka Mita Suputra)

Padahal sesuai UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jika pengadaan rambu merupakan tanggung jawab pemerintah.

Kabid Bina Marga di Dinas PUPRKP (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kabupaten Klungkung, I Gede Merta Jaya menjelaskan, rambu peringatan selama ini hanya dipasang di jalan yang jebol atau mengalami kerusakan parah.

"Rambu kami tidak banyak, sehingga jalan yang mengalami kerusakan parah yang kami dahulukan untuk dipasang rambu. Jika jalannya tidak rusak parah, kami tidak pasang karena jumlah rambu yang terbatas," ujar Gede Merta Jaya, Rabu (24/8/2022).

Ia juga menceritakan, rambu yang dipasang pemerintah justru banyak hilang diambil oleh orang tidak bertanggungjawab. Hal itu bahkan kerap terjadi, yang membuat rambu peringatan milik Dinas PU kian berkurang.

"Rambu kami banyak hilang, entah siapa dan untuk apa orang mengambil rambu. Sekarang setiap rambu kami isikan kode, biar gampang mengingat. Juga ada petugas khusus yang setiap hari patroli untuk memantau rambu yang kami pasang, dan jalan rusak di setiap kecamatan," jelasnya.

Tahun ini Dinas PUPRKP rencananya akan kembali mengusulkan pengadaan rambu peringatan untuk jalan rusak. Karena menurutnya rambu ini sangat penting, untuk mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan karena jalan rusak.

Sementara karena keterbatasan rambu, pada jalan rusak parah saat ini hanya dipasang penanda "darurat" bisa berupa batu, pesangan patok kayu, maupun penanda dengan dahan pohon.

"Sementara kami pakai batu, daun, atau buat patok. Biar sebagai penada atau peringatan itu jalan rusak," jelasnya. (mit)

Area lampiran

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved