Berita Gianyar

Disperindag Gianyar Meradang, Ancam Hapus Hak Jatah Pedagang di Pasar Rakyat Gianyar

Delapan bulan sudah Pasar Rakyat Gianyar dibuka untuk para pedagang. Namun rupanya, para pedagang masih enggan berjualan di sana

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi Pasar Gianyar, Kamis 25 Agustus 2022, masih banyak kios yang belum diisi oleh pedagang. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Delapan bulan sudah Pasar Rakyat Gianyar dibuka untuk para pedagang.

Namun rupanya, para pedagang masih enggan berjualan di sana, meskipun memiliki jatah berjualan secara gratis.

Hal inipun membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar meradang. 


Mereka pun melayangkan surat peringatan ketiga pada pedagang yang belum menempati tempatnya di Pasar Rakyat Gianyar.

Isinya, bila sampai 31 Agustus 2022 tidak kunjung berjualan, maka Disperindag Gianyar akan mencabut hak pedagang berjualan di sana.

Baca juga: Keluhkan Aroma Kaporit Air PDAM Gianyar, Takut Dampak Buruk Kesehatan, PDAM Cek Lab dan Saran Ini


Kepala Pasar Rakyat Gianyar, Nengah Arnawa, Kamis 25 Agustus 2022 membenarkan hal tersebut.

Kata dia, Disperindag telah mengeluarkan peringatan sebanyak dua kali. Namun tetap saja ada pedagang yang tak memanfaatkan hak jatahnya. 


"Disperindag sudah mengeluarkan warning ketiga, ini tegas. Bila sampai 31 Agustus nanti tidak berjualan, Disperindag mencabut hak pedagang berjualan di Pasar Rakyat Gianyar," ujarnya.


Arnawa menegaskan, peringatan tersebut sifatnya tegas.

Karena itu, hal ini pun menjadi peluang para pedagang yang tak terdaftar di Pasar Rakyat untuk berjualan di sana.

"Nanti Disperindag akan melakukan seleksi, mencari pedagang yang mau berjualan di sini," jelas Arnawa.

Baca juga: Tidak Hanya Kompor Meledak, Ada Sejumlah Insiden Lain Saat Ngaben di Gianyar


Selain itu, pihaknya juga akan kembali melakukan pendataan pada pedagang di Pasar Rakyat Gianyar.

Pihaknya tak ingin ada pedagang yang memindahtangankan kios atau los yang sudah diberikan Disperindag.

"Kami akan data ulang setelah 31 Agustus, mana saja pedagang asli atau pedagang baru. Bila nanti diketahui kios atau los tersebut bukan pemilik asli, maka hak atas berjualan di sini juga akan dicabut," ujarnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved