berita buleleng

Kementan Bayar Kompensasi untuk 245 Ekor Sapi

Kementerian Pertanian telah memberikan kompensasi terhadap petani di Buleleng, yang sapinya dipotong bersyarat karena terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Tribun Bali/Ratu
Sapi di Kecamatan Gerokgak, saat hendak dipotong bersyarat akibat terpapar PMK beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kementerian Pertanian telah memberikan kompensasi terhadap petani di Buleleng, yang sapinya dipotong bersyarat karena terpapar Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK).

Kompensasi yang diberikan sebesar Rp 10 juta per ekor.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta dikonfirmasi Jumat (26/8) mengatakan, total sapi yang dipotong bersyarat sejatinya sebanyak 268 ekor. Namun yang mendapatkan kompensasi hanya 245 ekor. Sisanya lagi 23 ekor tidak masuk dalam hitungan, sebab berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Kementerian Pertanian, kompensasi maksimal diberikan kepada lima ekor sapi, milik dari seorang petani.

"Ada petani yang tidak diberi kompensasi penuh karena jumlah sapinya lebih dari 20 ekor. Jadi yang dibayar hanya lima ekor. Sisanya tidak dihitung. Itu aturan dari Kementerian Pertanian. Kalau punya lebih dari lima ekor, dari segi ekonominya mungkin dinilai lebih banyak," ucap Sumiarta.

Kompensasi ini terang Sumiarta, telah diberikan sekitar dua haru yang lalu, kepada seluruh petani yang sapinya dipotong bersyarat karena PMK. Melalui kompensasi ini, petani diharapkan dapat menggunakan uang itu untuk membeli bibit sapi, sehingga bisa beternak kembali.

Disinggung terkait penjualan sapi, Sumiarta menyebut, hingga saat ini petani masih dilarang mendatangkan atau menjual hewan ternaknya keluar Buleleng. Ini dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya penularan PMK. Sementara terkait progres vaksinasi PMK, hingga saat ini sudah dilakukan terhadap 30.328 ekor sapi. Sementara sisa vaksin yang dimiliki saat ini sebanyak 4.072 dosis.

"Sampai saat ini pengiriman atau penjualan sapi ke luar daerah belum bisa. Masih di lockdown, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami masih menunggu kebijakan pusat, terkait pembukaan pasar hewan," tandasnya. (rtu)

Foto: Ratu Ayu Astri Desiani/ Sapi di Kecamatan Gerokgak, saat hendak dipotong bersyarat akibat terpapar PMK beberapa waktu lalu

Area lampiran

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved