Berita Karangasem
Saudagar Sapi Karangasem Nengah Sudiarsa Sambut Baik Rencana Pembukaan Pasar Hewan
Pemerintah berencana membuka pasar hewan, sejumlah saudagar sapi di Karangasem, Bali, menyambut baik hal tersebut
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sejumlah saudagar sapi di Karangasem, Bali, menyambut baik rencana pemerintah membuka pasar hewan.
Rencana tersebut dianggap angin segar.
Mengingat hampir 2 bulan pasar hewan di Kabupaten Karangasem tak beroperasi.
Terhitung dari bulan Mei 2022.
Baca juga: Imbas Ditutupnya Pasar Hewan Kayuambua Bangli, Pendapatan Daerah Hilang Diprediksi hingga Rp 33 Juta
Saudagar sapi dari Kecamatan Bebandem, Nengah Sudiarsa mengatakan, saudagar sapi di Karangasem sangat mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi Bali membuka pasar hewan.
Mengingat hampir 3 bulan para saudagar sapi tidak melakukan transaksi jual beli sapi karena kasus PMK.
"Tak hanya saudagar sapi yang menyambut rencana baik ini. Pedagang makanan di pasar hewan, makelar, buruh, dan sopir angkut juga bergembira. Banyak yang tergantung di pasar hewan. Seperti Pasar Hewan Bebandem,"kata Sudiarsa ditemui di Pasar Bebandem, Jumat 26 Agustus 2022.
Info di lapangan, peredaran uang di pasar hewan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta per hari.
Semakin banyak peternak datang, semakin tinggi peredaran uang.
Banyak warga tergantung dengan 3 pasar hewan.
Tidak hanya saudagar sapi, beberapa peternak sapi dan kambing juga ke pasar.
"Semoga pasar hewan terus beroperasi. Dan kasus PMK bisa ditekan, sehingga peternak tidak dirugikan. Sekarang kayaknya sudah mulai membaik, semoga tak ada temuan kasus baru,"harap Sudiarsa.
Tiga Pasar Hewan di Bumi Lahar, Pasar Hewan Rubaya, Bebandem dan Pempatan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Karangasem, I Gede Loka Santika mengatakan, petugas mengikuti arahan dari Satgas PMK Kabupaten dan Provinsi.
Seandainya ada rekomendasi dibuka, segara akan dibuka.
Ditambahkan, pedagang sekitar (pasar hewan) meminta segera dibuka.
Petugas belum berani karena belum ada rekomendasi dari Satgas Provinsi dan Kabupaten.
Tiga pasar hewan di Karangasem tak beroperasi karena ada kasus PMK.
Penitipan dari bulan Mei 2022 sampai sekarang.
Selama penutupan pasar hewan, petugas Disprindag telah melaksanakan penyemprotan disinfektan dan pembersihan di pasar hewan.
Dengan harapan, penyebaran virus bisa ditekannya.
Pihaknya berharap kasus PMK tak menyebar.
Peternak harus rajin membersihkan kandang.
Penutupan 3 pasar hewan berdampak ke pendapatan asli daerah dari sektor retribusi.
Ratusan juta dari pendapatan retribusi pasar hewan hilang.
Mengingat retribusi dari pasar hewan cukup mendongkrak PAD.
Pendapatan per bulannya bisa mencapai puluhan juta dari setiap pasar hewan.(*).
Kumpulan Artikel Karangasem