Bisnis

PHK & Pengunduran Diri Klaim Terbanyak, Rp 1 Triliun Dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan Banuspa

Kemudian jumlah terbanyak kedua adalah dengan sebab klaim Pemutusan Hubungan Kerja sebesar 21,72 persen dari total klaim JHT atau sebanyak 20.405.

Pixabay
ilustrasi - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua (Banuspa), mencatat pembayaran klaim selama Januari sampai Juli tahun 2022 mencapai lebih dari Rp1.441.162.671.653.51 dengan 99.728 kasus. Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan selama pandemi Covid-19, BPJamsostek Wilayah Banuspa memang mengalami peningkatan pembayaran klaim JHT. Sebanyak 60,82 persen dari total klaim JHT adalah karena mengundurkan diri. Kemudian jumlah terbanyak kedua adalah dengan sebab klaim Pemutusan Hubungan Kerja sebesar 21,72 persen dari total klaim JHT atau sebanyak 20.405 kasus. 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ( BPJamsostek) Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua ( Banuspa), mencatat pembayaran klaim selama Januari sampai Juli tahun 2022 mencapai lebih dari Rp1.441.162.671.653.51 dengan 99.728 kasus.

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan selama pandemi Covid-19, BPJamsostek Wilayah Banuspa memang mengalami peningkatan pembayaran klaim JHT.

Sebanyak 60,82 persen dari total klaim JHT adalah karena mengundurkan diri.

Kemudian jumlah terbanyak kedua adalah dengan sebab klaim Pemutusan Hubungan Kerja sebesar 21,72 persen dari total klaim JHT atau sebanyak 20.405 kasus.

"Hal ini perlu menjadi perhatian untuk diverifikasi kembali, peserta dengan status PHK karena terkait manfaat JKP," ungkapnya dalam siaran persnya (30/8/2022).

Baca juga: KABAR GEMBIRA, Aturan Pencairan JHT 56 Tahun Dibatalkan, Aturan Baru akan Dipermudah

Baca juga: BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan JKM dan JHT, Bupati Tabanan Apresiasi Kepedulian BPJAMSOSTEK

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan selama pandemi Covid-19, BPJamsostek Wilayah Banuspa memang mengalami peningkatan pembayaran klaim JHT.

Sebanyak 60,82 persen dari total klaim JHT adalah karena mengundurkan diri.

Kemudian jumlah terbanyak kedua adalah dengan sebab klaim Pemutusan Hubungan Kerja sebesar 21,72 persen dari total klaim JHT atau sebanyak 20.405 kasus.
Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan selama pandemi Covid-19, BPJamsostek Wilayah Banuspa memang mengalami peningkatan pembayaran klaim JHT. Sebanyak 60,82 persen dari total klaim JHT adalah karena mengundurkan diri. Kemudian jumlah terbanyak kedua adalah dengan sebab klaim Pemutusan Hubungan Kerja sebesar 21,72 persen dari total klaim JHT atau sebanyak 20.405 kasus. (ist)

Rincian Januari sampai dengan Juli 2022, BPJamsostek Wilayah Banuspa telah membayarkan JHT sebanyak 93.598 klaim, dengan nilai Rp 1.347.295.375.009.6.

JKK sebanyak 3.361 klaim dengan nilai Rp31 miliar lebih.

JKM sebanyak 1.777 klaim dengan nilai Rp57 miliar lebih.

Sedangkan JP sebanyak 874 klaim dengan nilai Rp4 miliar lebih.

JKP sebanyak 118 klaim dengan nilai Rp378 juta lebih.

Kuncoro Budi Winarno, mengatakan peserta BPJamsostek, selain mendapatkan manfaat pokok (Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan).

Keluarga yang menjadi ahli waris, juga mendapat manfaat lain berupa beasiswa yang diberikan kepada anak dari peserta yang meninggal dunia.

"Beasiswa ini diberikan per tahun, untuk jenjang TK/SD Rp1,5 juta, jenjang SMP sebesar Rp2 juta, jenjang SMA sebesar Rp3 juta dan untuk jenjang perguruan tinggi sebesar Rp12 juta," jelasnya.

"Kalau dihitung uang yang disiapkan beasiswa untuk anak pekerja itu, maksimal sebanyak Rp174 juta untuk dua orang anak pekerja yang mengalami musibah," imbuh Kuncoro

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved