Berita Bali
Chair of ESC TF Nicke: Transisi Energi Harus Berkeadilan dan Inklusif
B20 Indonesia Energy, Sustainability and Climate Task Force (ESC TF) sukses mengadakan Dialog B20-G20 yang melaporkan, dan mendiskusikan secara stra
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Marianus Seran
Ia berharap, melalui Presidensi B20-G20, Indonesia bisa mengajak semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan secara etik serta moral bisa memastikan dunia berhasil memenuhi target pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan.
Transisi Energi Penuh Tantangan
Sementara itu, Chair of B20 Indonesia, Shinta Kamdani menyatakan saat mengapresiasi forum dialog keenam antar B20-G20 demi menuju pertumbuhan yang inklusif dan kolaboratif.
Untuk mencapai itu semua, kata Shinta, perlu ada transisi yang pastinya penuh tantangan dan tidak mudah.
Untuk itu, B20 ESC TF merekomendasikan sejumlah kebijakan dan tindakan yang harus diambil dalam fase transisi energi ini.
“Selama rentang waktu 2000-2019, biaya sosial dan ekonomi yang dikeluarkan oleh seluruh negara di dunia ini sangat besar terkait emisi gas rumah kaca yang muncul akibat penggunaan bahan bakar fosil,” imbuh Shinta.
Kita sudah kehilangan ratusan miliar US dolar akibat emisi karbon selama periode itu.
“Untuk itu, B20 Indonesia mencoba memberikan jalan keluar dan jembatan penghubung untuk menghindari dampak lebih besar dari perubahan iklim yang mengakibatkan bencana global, termasuk soal kolaborasi pembiayaan mitigasi perubahan iklim,” kata Shinta.