Harga BBM

Harga BBM Resmi Naik, Penjual Bensin Eceran di Kota Denpasar Alami Penuran Pembeli

Beberapa penjual BBM Eceran yang telah mengubah harga sejak kenaikan harga BBM diumumkan pemerintah, penjual di Denpasar akui ada penurunan pembeli.

Penulis: Putu Honey Dharma Putri W | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Putu Honey
Penjual BBM Eceran di Kota Denpasar telah mengubah harga sejak kenaikan harga BBM diumumkan pemerintah, beberapa penjual akui ada penurunan pembeli. 

TRIBUN-BALI.COM-Denpasar- Setelah Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu 3 September 2022 mulai pukul 14.30 WIB kemarin.

Harga beberapa BBM pun kini berubah menjadi, Pertalite Rp. 10.000 dari yang sebelumnya Rp. 7.650 dan Pertamax menjadi Rp. 14.500. dari sebelumnya Rp. 12.000.

Para penjual bensin ecer di warung-warung kecil tentu saja secara serentak ikut memasang harga baru.

Kini mereka memasang harga Pertalite yakni Rp. 12.000 dan Pertamax Rp. 16.000.

Menurut pemantauan Tribun Bali di lokasi beberapa penjual bensin eceran ada yang telah mengubah harga sejak kemarin dan ada pula yang baru merubah harga perhari ini Minggu, 4 September 2022.

Terdapat beragam pendapat terkait kenaikan harga BBM dari beberapa pedagang bensin ecer di Kota Denpasar. Salah satunya Misrani (45).

Pemilik warung klontong di Jalan Pulau Bungin, Denpasar Selatan tersebut menjual bensin sejak beberapa tahun yang lalu.

Ia mengaku hanya menjual bensin jenis premium dan pertalite.

Baca juga: Harga BBM Naik, Pemerintah Akan Berikan Bantuan Subsidi Upah Sebesar Rp600 Ribu, Kapan BSU Cair?

Namun semenjak bensin jenis premium sudah ditiadakan ia pun fokus menjual pertalite.

Ia sebelumnya menjual pertalite seharga Rp. 10.000 kini menjadi Rp. 12.000 perliternya.

Misrani ternyata baru menaikan harga sejak pagi tadi.

Ketika ditanya dampak yang dirasakan terkait kenaikan harga BBM, Misrani mengaku cukup terkena dampaknya.

“Iya kena pasti dampaknya. Biasanya jam segini (11.00 WITA) sudah habis 10 botol ( 10 liter) kalo jual pas harga Rp. 10.000. Sekarang baru 1 botol sejak pagi tadi,” keluhnya

Ketika ditanya pendapatnya ia mengaku pasrah dengan keadaan.

“Saya sih gak gimana-gimana, jika menurut pemerintah ini yang terbaik saya ikut saja.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved