Berita Klungkung
Warga Panik Lihat Kepulan Asap Pekat, Gudang Barang Bekas di Desa Tihingan Klungkung Ludes Terbakar
Gudang barang bekas di Klungkung terbakar, bangunan gudang dan isinya ludes terbakar, termasuk sebuah bangunan bale bengong, 3 kamar tidur karyawan
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Gudang barang bekas di Dusun Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali ludes terbakar, Sabtu 3 September 2022 siang.
Warga sekitar sempat panik, karena lokasi gudang tersebut berada tidak jauh pemukiman.
Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 Wita.
Awalnya warga melihat kepulan asap pekat dari dalam gudang yang memiliki luas sekitar 5 are.
Baca juga: KEBAKARAN Gudang Kayu di Dauh Munduk Buleleng, Kerugian Ditaksir Capai Rp 1 Miliar
Warga sekitar yang menyadari terjadinya kebakaran, langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya dan melapor ke pemadam kebakaran.
"Kami mengerahkan 3 armada pemadam kebakaran, dan personel. Saat tiba di lokasi, kami lihat api sudah besar melalap bangunan," ungkap Putu Suarta, Sabtu.
Mengingat api yang sudah berkobar hebat, petugas pemadam kebakaran berusaha melakukan upaya isolasi api agar tidak sampai merembet ke bangunan lainnya.
Mengingat lokasi gudang barang bekas itu, berada berdekatan dengan penukiman warga.
"Di dalam gudang banyak barang yang mudah terbakar. Sehingga saat api berhasil kami padamkan, kami terus lakukan upaya pendinginan api. Jangan sampai ada bara api yang tersisa dan kembali menyebabkan kebakaran," jelasnya.
Sementara Kapolsek Banjarangkan AKP I Wayan Sujana menjelaskan, gudang barang bekas yang ludes terbakar merupakan milik I Wayan Suryawirawan (40), warga asal Dusun Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Akibat musibah itu, bangunan gudang dan isinya ludes terbakar, termasuk sebuah bangunan bale bengong, 3 kamar tidur karyawan, 1 kamar suci, hingga 1 unit sepeda motor Jupiter MX ludes terbakar.
"Kerugian dari musibah ini mencapai ratusan juta rupiah," jelasnya.
Sementara itu, dugaan sementara kebakaran dipicu dari hubungan arus pendek (korsleting) listrik.
Mengingat ada warga melihat api bermula dari kilometer listrik yang lokasinya tidak jauh dari tumpukan kardus.
Sehingga api dengan cepat membesar.(*).
Kumpulan Artikel Klungkung