Kenaikan BBM

DEMO Kenaikan BBM Besar-besaran Akan Dilakukan Buruh Besok, Simak Beritanya 

Para buruh se-Indonesia pun, akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan BBM pada Selasa (6/9/2022) besok.

Istimewa/Kompas
Para buruh se-Indonesia pun, akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan BBM pada Selasa (6/9/2022) besok. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah pusat secara resmi telah mengumumkan kenaikan BBM

Presiden Joko Widodo dalam keterangan resminya, mengatakan bahwa pemerintah pusat memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi dari BBM untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. 

Sebelumnya jajaran kementerian, juga menyebutkan bahwa BBM subsidi menjadi beban APBN yang cukup berat. 

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Sabtu 3 September 2022. 

"Mestinya uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat kurang mampu. 

Dan saat ini, pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. 

Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. 

Sehingga harga beberapa jenis BBM, yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian," sebut Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo menyebutkan, lebih dari 70 persen BBM subsidi justru dinikmati kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi. 

BBM subsidi yang naik, adalah BBM Pertalite dari Rp 7.650 per liter, menjadi Rp 10.000 per liter. 

Kemudian solar dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter. 

Pertamax non subsidi, dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. 

Hal ini pun, memantik reaksi masyarakat Indonesia, khususnya kaum menengah ke bawah yang sangat merasakan kenaikan dampak BBM. 

Baca juga: MENGAPA PERTALITE NAIK, Salah Satunya Disebabkan Perang Rusia VS Ukraina

Baca juga: HARGA BBM Naik, Upah Karyawan Diharapkan Naik di Bali, Simak Alasan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo dalam keterangan resminya, mengatakan bahwa pemerintah pusat memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi dari BBM untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. 

Sebelumnya jajaran kementerian, juga menyebutkan bahwa BBM subsidi menjadi beban APBN yang cukup berat. 
Presiden Joko Widodo dalam keterangan resminya, mengatakan bahwa pemerintah pusat memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi dari BBM untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.  Sebelumnya jajaran kementerian, juga menyebutkan bahwa BBM subsidi menjadi beban APBN yang cukup berat.  (Biro Pers Sekretariat Presiden)

 

Para buruh se-Indonesia pun, akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan BBM pada Selasa (6/9/2022) besok. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved