Ferdy Sambo Ikuti Tes Menggunakan Lie Detector, Miliki Tingkat Akurasi 90 Persen Buatan Amerika

Ferdy Sambo Ikuti Tes Menggunakan Lie Detector, Miliki Tingkat Akurasi 90 Persen Buatan Amerika

(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ferdy Sambo bakal mengikuti tes kebohongan atau lie detector dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Pengujian Ferdy Sambo menggunakan lie detector akan dilaksanakan di Laboratorium Forensik (Labfor) di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (8/9/2022) hari ini.

"Ya, betul (Ferdy Sambo uji lie detector hari ini)," kata Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (8/9/2022).

Diberitakan sebelumnya, lie detector atau alat polygraph Polri disorot karena dipakai dalam pemeriksaan di kasus Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Fadil Imran Disebut-sebut Masuk Pusaran Kasus Brigadir J, Ini Penjelasan Polri

Namun, spekulasi liar di media sosial dibantah oleh pihak kepolisian.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa lie detector atau alat polygraph miliknya merupakan alat canggih lantaran impor dari Amerika Serikat.

Bahkan, tingkat akurasinya pun mencapai di atas 90 persen.

"Alat polygraph yang digunakan oleh kita ini semuanya sudah terverifikasi dan alat polygraph dunia. Alat yang kita punya ini alat dari Amerika tahun 2019 dan tingkat akurasinya 93 persen," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Dedi menuturkan bahwa tingkat akurasi tersebut menandakan bahwa penggunaan lie detector merupakan pro justitia.

Sebab, tingkat akurasinya masih di atas 90 persen.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Ferdy Sambo, Kapolri Ungkap Kekuasaan FS Hingga Intimidasi Tim Khusus Polri

"Kalau di bawah 90 persen itu tidak masuk dalam  ranah pro justitia. Kalau masuk dalam ranah pro justitia berarti hasilnya penyidik yang berhak mengungkapkan ke teman-teman. Termasuk nanti penyidik juga mengungkapkan ke persidangan," jelasnya.

Kuasa Ferdy Sambo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan fakta baru soal kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret nama mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Listyo Sigit mengungkapkan bagaimana kekuasaan Ferdy Sambo saat di awal-awal kasus menyeruak hingga adanya intimidasi kuat untuk tim khusus yang dibentuk Polri.

Ini membuktikan adanya kekuatan kuat Ferdy Sambo yang masih menyelimuti badan polri namun hal tersebut tidak membuat Listyo Sigit gentar.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved