Berita Badung

Listya Dewi Tak Mampu Bayar SPP, Pemkab Badung Akan Bantu Untuk Beasiswa

Ni Luh Listya Dewi tidak bisa membayar SPP, pemerintah setempat akan menyiapkan regulasi

Tribun Bali
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa - Listya Dewi Tak Mampu Bayar SPP, Pemkab Badung Akan Bantu Untuk Beasiswa 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung langsung mengambil langkah setelah mendapat informasi ada warganya yang berstatus masih pelajar tidak bisa membayar iuran SPP sejak mulai bersekolah.

Siswa yang tidak bisa membayar SPP itu diketahui bernama Ni Luh Listya Dewi (15) asal Jalan Dompa, Lingkungan Pasek, Kelurahan Kedonganan, Kuta.

Bahkan saat ini pemerintah setempat akan menyiapkan regulasi mengenai permasalahan yang dialami Listya Dewi.

Jika memungkinkan Badung akan memberikan program beasiswa secara berkelanjutan.

Baca juga: Marak Ditemukan Pengoplosan Gas LPG, Pemkab Badung dan TNI/Polri Monitoring, Antisipasi Kecurangan

Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Made Suardita mengakui pihaknya sudah mendapat informasi tentang siswa tersebut.

Diketahui, Ni Luh Listya Dewi merupakan siswa kelas IX SMP swasta di Jimbaran.

"Informasi itu sudah kami dengar langsung. Namun untuk memastikan saya sendiri sudah mengintruksikan OPD terkait untuk menindaklanjutinya," ucapnya, Jumat 9 September 2022.

Pihaknya meminta, OPD terkait untuk melakukan kajian agar bisa membantu siswa yang terkendala dalam dunia pendidikan.

Bahkan jika memungkinkan siswa tersebut juga mendapatkan beasiswa berkelanjutan.

"Untuk beasiswa, nanti leading sector-nya bisa ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)," katanya sembari mengatakan sementara buat kajiannya dulu.

Tidak hanya itu, selain Disdikpora, Dinas Sosial juga disarankan untuk mengecek kembali memastikan kondisi keluarga siswa tersebut.

Bahkan jika benar, pihaknya selaku pemerintah wajib memberikan bantuan.

"Jadi tidak hanya masalah pendidikan saja, kehidupan dan keseharian anak itu juga perlu diperhatikan. Sehingga perlu diperhatikan untuk membantu siswa tersebut dan saudaranya," ucap Adi Arnawa.

Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah di bawah, seperti kadus dan yang lainnya untuk mendata masyarakat yang kondisinya seperti itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved