Sosok ini Ungkap Cara Kerja BPJS Kesehatan Hingga Data 247 Juta Peserta Bocor

Sosok ini Ungkap Cara Kerja BPJS Kesehatan Hingga Data 247 Juta Peserta Bocor

Tribun Jogja
Sosok ini Ungkap Cara Kerja BPJS Kesehatan Hingga Data 247 Juta Peserta Bocor 

 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ahli digital forensik Ruby Alamsyah menilai bobolnya data pada BPJS Kesehatan adalah kebocoran data terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

Menurut Ruby, data yang bocor tersebut berisi data peserta BPJS Kesehatan yang lengkap.

"Di Indonesia berdasarkan catatan saya yang paling besar adalah BPJS Kesehatan dan paling seksi datanya, paling lengkap. Walaupun rownya sekitar 272 juta data tapi kita pelajari unique NIK 247 juta data," ujar Ruby dalam dialog Polemik Trijaya, Sabtu (10/9/2022).

Dirinya mengungkapkan data yang bocor berisi data lengkap pribadi peserta BPJS Kesehatan dan keluarganya.

Baca juga: DISABILITAS Punya Kesempatan Bekerja, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Terlindungi Jaminan Sosial

Bahkan, kata Ruby, terdapat data gaji dari para peserta BPJS Kesehatan yang bocor tersebut.

"Beserta gaji-gajinya bagi warga negara yang sudah dewasa. Itu data riil. Itu yang tidak diakui," kata Ruby.

Ruby membeberkan kebocoran data pada BPJS Kesehatan terjadi karena pemberian akses data kepada pihak ketiga atau vendor.

Namun, Ruby mengungkapkan pemberian akses tersebut tidak dibarengi dengan pemantauan dan audit yang ketat.

Pihak vendor yang mengelola sistem IT pada BPJS Kesehatan, kata Ruby, berasal dari perusahaan  BUMN.

"Kesalahan internal ini terlalu mempercayakan pihak ketiga secara sembarangan tidak dijaga wewenang pihak ketiga. Pihak ketiga terkesan bisa mengakses data tersebut secara legal, karena dibolehkan memang, tapi tidak dipantau, tidak diaudit lagi," ungkap Ruby.

Baca juga: Puluhan Ribu Peserta Mandiri Tunggak Iuran, BPJS Kesehatan Singaraja Defisit

Padahal, menurut Ruby, pemberian akses tersebut harus dibarengi dengan pemantauan yang ketat.

Pemberian akses yang dibarengi pengawasan ketat ini, kata Ruby, dapat memungkinkan vendor tetap bekerja dengan efektif di tengah jaminan keamanan data.

"Kita bisa belajar dari negara maju seperti Amerika. Walaupun di instansi penting strategis yang rahasia mereka tetap memberikan akses ke vendor tapi user level access-nya dijaga ketat, berlapis," kata Ruby.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved