MotoGP

Johann Zarco Tawarkan Diri Ke Ducati Lenovo, Namun Ia Hanya Bercanda Lantaran Hal Ini

Pembalap senior yang satu negara dengan Fabio Quartararo yakni Perancis, bahkan menawarkan dirinya untuk bergabung ke Ducati Lenovo musim depan.

Editor: Ahmad Firizqi Irwan
AFP/TIZIANA FABI
Johann Zarco (5) dan Fabio Quartararo (20) saat balapan pada MotoGP Italia 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARKabar MotoGP hari ini, Johann Zarco yang merupakan pembalap Prima Pramac Racing memberikan candaan kepada jajaran Ducati.

Candaannya ke Ducati Lenovo, terkait kegalauannya memilih Francesco Bagnaia atau Enea Bastianini.

Pembalap senior yang satu negara dengan Fabio Quartararo yakni Perancis, bahkan menawarkan dirinya untuk bergabung ke Ducati Lenovo musim depan.

Baca juga: Miguel Oliveira Punya Pandangannya di MotoGP, Maverick Vinales Jadi Alasannya

Namun Johann Zarco kala itu hanya sekadar bercanda dan tidak berniat serius ingin berada di Tim Pabrikan Ducati.

“Ketika para manajer Ducati tidak dapat memutuskan apakah mereka harus mengambil Jorge Martin atau Enea Bastianini untuk tim Lenovo, saya bercanda dengan mereka,” buka Zarco dengan candaan mengutip dari Speedweek.

“Jika Anda merasa sangat sulit untuk memilih antara Italia dan Spanyol, maka ambillah orang Prancis, yaitu sebuah negara di tengah,” katanya menambahkan.

Baca juga: Jorge Martin Kurang Kompetitif di MotoGP San Marino, Johann Zarca Akui Sirkuit Sangat Sulit

Akan tetapi pada akhirnya Ducati Lenovo resmi memiliki Enea Bastianini untuk menemani Pecco Bagnaia musim depan.

Di balik pemilihan Bagnaia, Zarco dengan tegas menerangkan bahwa dirinya tidak akan berada di Ducati Lenovo di masa depan.

Meskipun dia nanti akan berjuang hingga sepuluh tahun mendatang, rekan senegara Fabio Quartararo itu menerangkan bahwa tak akan ada tempat untuknya di Ducati Lenovo.

 

“Ducati telah mengambil Bastianini yang berusia 24 tahun, yang pasti bisa membalap di MotoGP selama sepuluh tahun lebih lama dari saya.”

“Saya tidak menyarankan bahwa saya hanya akan mengemudi selama satu tahun lagi. Tetapi dalam sepuluh tahun saya tidak akan berada di sana.”

Baca juga: Sang Pemuncak Klasemen MotoGP El Diablo Quartararo Harus Kerja Keras

Terlepas dari situ, Zarco mengakui di barisan rider Ducati, Bagnaia memang yang terbaik untuk saat ini.

Bagaimana tidak, Bagnaia telah menunjukkan tajinya dengan sukses merengkuh 6 podium juara.

Berkat raihan itu Bagnaia mulai mengancam pemuncak klasemen MotoGP 2022, Fabio Quartararo.

Pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia (Depan). Jelang MotoGP Jemarn 2022, Bagnaia mengeluh soal ini
Pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia (Depan). Jelang MotoGP Jemarn 2022, Bagnaia mengeluh soal ini (AFP/FILIPPO MONTEFORTE)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved