Berita Buleleng

Jaringan Internet Eror, Pembelian Pertalite untuk Mobil Ditutup, Antrean Panjang Juga Kerap Terjadi

Kendaraan roda empat nampak sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 02 Kelurahan Banyuasri,

Tribun Bali/Ratu
Petugas SPBU 02 Banyuasri saat menutup layanan pembelian Pertalite untuk roda empat, lantaran jaringan internet eror, Selasa (13/9) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kendaraan roda empat nampak sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 02 Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Selasa  13 September 2022.

Ini lantaran jaringan internet di SPBU tersebut gangguan. Mobil yang ingin membeli BBM jenis pertalite pun tidak dapat dilayani, sebab petugas tidak dapat mengakses aplikasi MyPertamina.

Pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina juga menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kecamatan Buleleng.

Petugas SPBU 02 Banyuasri saat menutup layanan pembelian Pertalite untuk roda empat, lantaran jaringan internet eror, Selasa (13/9)
Petugas SPBU 02 Banyuasri saat menutup layanan pembelian Pertalite untuk roda empat, lantaran jaringan internet eror, Selasa (13/9) (Tribun Bali/Ratu)

Antrean ini terjadi sebab petugas SPBU harus mengecek aplikasi MyPertamina milik pelanggan terlebih dahulu, untuk memastikan apakah pelanggan tersebut berhak membeli Pertalite yang notabenenya merupakan BBM bersubsidi.

Manager SPBU 02 Banyuasri, Luh Putu Krisna Dewi mengatakan, pihaknya mengalami gangguan internet sejak Selasa (13/9) pukul 11.00 Wita.

Akibatnya, layanan BBM Pertalite khusus untuk mobil tidak dapat dilayani. Jaringan internet pasalnya dibutuhkan oleh petugas SPBU, sebab sejak 1 September kemarin Pertamina mengintruksikan seluruh petugas SPBU untuk mengecek aplikasi MyPertamina milik pelanggan khusus yang menggunaka mobil.

Melalui aplikasi itu nantinya akan terlihat, apakah pelanggan tersebut berhak untuk membeli Pertalite atau tidak. Sebab Pertalite saat ini hanya boleh dibeli oleh mobil dengan kapasitas mesin 1.400 cc ke bawah.

"Kami tidak bisa melayani mobil yang ingin beli Pertalite bukan karena pasokannya kosong. Tapi karena jaringan internetnya bermasalah, kami tidak bisa mengakses MyPertamina," terangnya.

Sedangkan apabila jaringan internet dalam keadaan normal, Dewi juga tidak menampik, antrean panjang pada jalur pembelian Pertalite khusus roda empat kerap terjadi. Sebab, petugas membutuhkan waktu kurang lebih satu menit, untuk mengecek MyPertamina milik pelanggan.

"Belum lagi waktu untuk mengisi bahan bakarnya. Kalau pelanggan tidak punya MyPertamina, petugas harus mencatat plat kendaraan dan melihat kuantitas kendaraan. Jadi memang agak lama, sehingga sering terjadi antrean panjang. Kami telah berupaya menambah petugas admin khusus untuk mengecek aplikasi pelanggan, biar cepat," terangnya.

Disinggung terkait pasokan BBM, Dewi menyebut saat ini masih tergolong aman. Khusus untuk solar pasokan yang dimiliki oleh pihaknya sebanyak 18 Kiloliter, pertalite 16 kiloliter, pertamax 24 kiloliter. "Pasokan aman. Tidak pernah kosong. Pengirimannya lancar," tandasnya. (rtu)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved