Berita Bali

Edarkan 18 Kg Sabu dan 427 Gram Ekstasi di Bali, Dua Pria Asal Banjarmasin Dituntut 15 Tahun Penjara

Edarkan 18 Kg Sabu dan 427 Gram Ekstasi di Bali Dua Pria Asal Banjarmasin Dituntut 15 Tahun Penjara

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
terdakwa Aulia Rahman dan Muhammad Ansar saat menjalani sidang secara daring. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Aulia Rahman (29) dan Muhammad Ansar (24) tuntut pidana penjara selama 15 tahun. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini dituntut pidana karena diduga terlibat peredaran narkoba di Bali.

Keduanya ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar dengan barang bukti sabu seberat 18.283 gram netto atau 18 kilogram lebih, dan 10 paket ekstasi dengan berat keseluruhan 427 gram.

Surat tuntutan terhadap kedua terdakwa tersebut telah dibacakan oleh JPU Dina Sitepu dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

terdakwa Aulia Rahman dan Muhammad Ansar saat menjalani sidang secara daring.
terdakwa Aulia Rahman dan Muhammad Ansar saat menjalani sidang secara daring. (TB/Istimewa)

"Tuntutan sudah dibacakan jaksa penuntut. Terdakwa Aulia Rahman dan Muhammad Ansar dituntut 15 tahun penjara, denda Rp. 4.690.000.000 subsidair satu tahun penjara,"
jelas Gusti Agung Prami Paramita selaku penasihat hukum kedua terdakwa ditemui di PN Denpasar, Rabu, 14 September 2022.

Prami mengatakan, dalam surat tuntutan JPU kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotik dan prekursor narkotik. Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram.

Sesuai dakwaan alternatif kesatu JPU, terdakwa Aulia Rahman dan Muhammad Ansar telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menangapi tuntutan jaksa penuntut, kami akan mengajukan pembelaan tertulis. Nota pembelaan akan dibacakan pekan depan," ungkap pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini.

Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, kedua terdakwa ditangkap Areal Parkir Cyloam Residence Jalan Merdeka Raya IX, Kuta, Badung, Sabtu tanggal 19 Februari 2022, sekira pukul 16.00 Wita. Terdakwa Aulia dan Ansar ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar karena diduga mengedarkan narkoba di Bali.

Terjeremusnya kedua terdakwa dalam pusaran peredaran narkoba, berawal saat terdakwa Aulia yang berada di Banjarmasin berkenalan dengan Mawar (buron) melalui media sosial. Kemudian Mawar menawarkan pekerjaan mengambil dan menaruh paket sabu dengan upah Rp 65 juta. Aulia pun tergiur dan menyetujui pekerjaan itu.

Bulan Oktober 2021, Mawar mengirim tiket pesawat keberangkatan ke Bali kepada Aulia. Tiba di Bali, Aulia langsung menuju kos yang telah diarahkan oleh Mawar yakni di Jalan Glogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved