Bisnis

LINDUNGI PARA ATLET, BPJamsostek Gandeng KONI Beri Perlindungan, Simak Kerjasamanya

Jika para atlet meninggal dunia, karena kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris mendapatkan santunan JKK 48 kali upah terakhir yang dilapor.

ist
Persaingan ketat untuk menjadi juara, membuat para atlet harus berjuang mati-matian dan tak jarang hingga mengalami cedera. Selain itu para atlet juga rentan mengalami resiko sosial ekonomi, khususnya saat mereka memutuskan untuk pensiun dari dunia olahraga atau telah memasuki hari tua. Kedua hal tersebut, memacu BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), untuk segera menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman. Nota kesepahaman ini, secara resmi ditandatangani Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, dan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Senin, 12 September 2022.  

TRIBUN-BALI.COM - Atlet merupakan salah satu profesi yang memiliki resiko tinggi.

Persaingan ketat untuk menjadi juara, membuat para atlet harus berjuang mati-matian dan tak jarang hingga mengalami cedera.

Selain itu para atlet juga rentan mengalami resiko sosial ekonomi, khususnya saat mereka memutuskan untuk pensiun dari dunia olahraga atau telah memasuki hari tua.

Kedua hal tersebut, memacu BPJS Ketenagakerjaan ( BPJamsostek) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI), untuk segera menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman.

Nota kesepahaman ini, secara resmi ditandatangani Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, dan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Senin, 12 September 2022. 

Baca juga: Asyik! BLT BBM Subsidi Gaji Rp600 Ribu Mulai Masuk ke Rekening, Simak Daftar Penerimanya Disini

Baca juga: BSU Rp600 Ribu Tahap Awal di Bali Cair September 2022, 210.000 Data Calon Penerima Masih Divalidasi

Persaingan ketat untuk menjadi juara, membuat para atlet harus berjuang mati-matian dan tak jarang hingga mengalami cedera.

Selain itu para atlet juga rentan mengalami resiko sosial ekonomi, khususnya saat mereka memutuskan untuk pensiun dari dunia olahraga atau telah memasuki hari tua.

Kedua hal tersebut, memacu BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), untuk segera menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman.

Nota kesepahaman ini, secara resmi ditandatangani Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, dan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Senin, 12 September 2022. 
Persaingan ketat untuk menjadi juara, membuat para atlet harus berjuang mati-matian dan tak jarang hingga mengalami cedera. Selain itu para atlet juga rentan mengalami resiko sosial ekonomi, khususnya saat mereka memutuskan untuk pensiun dari dunia olahraga atau telah memasuki hari tua. Kedua hal tersebut, memacu BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), untuk segera menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman. Nota kesepahaman ini, secara resmi ditandatangani Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, dan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Senin, 12 September 2022.  (ist)

Kerjasama ini selanjutnya, akan ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJamsostek, dengan KONI Pusat dan seluruh KONI di 34 provinsi serta pengurus besar atau pengurus pusat 72 cabang olahraga (cabor).

"Kita sering melihat para atlet mengalami cedera saat bertanding, namun karena tidak memiliki perlindungan mengakibatkan perawatannya tidak tuntas dan akhirnya mereka terpaksa mengakhiri karirnya.

Hal ini sungguh disayangkan, karena para atlet tersebut merupakan harapan bangsa.

Oleh karena itu, hari ini kita melakukan tanda tangan MOU dengan KONI.

Agar kita bersama dengan KONI, dapat mendorong setiap daerah untuk memastikan para atletnya telah terlindungi,"ungkap Anggoro.

Selain manfaat tersebut, jika atlet meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Namun apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima sebesar Rp42 juta. Selain itu 2 orang anak dari atlet juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 Juta.
Selain manfaat tersebut, jika atlet meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Namun apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima sebesar Rp42 juta. Selain itu 2 orang anak dari atlet juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 Juta. (ist)

Pihaknya menambahkan, bahwa kerjasama ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah melalui BPJamsostek, untuk memastikan para atlet memiliki perlindungan atas resiko kecelakaan kerja dan kematian serta menjamin mereka memiliki hari tua yang sejahtera.

BPJamsostek dan KONI sepakat, untuk mendorong seluruh cabor mendaftarkan seluruh atletnya menjadi peserta BPJamsostek

Tentunya hal ini juga dibarengi, dengan sosialisasi bersama secara masif untuk membangun kesadaran akan pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJamsostek.

Terkait dengan perlindungan atlet, tentu ini bukan yang pertama dilakukan, sebelumnya BPJamsostek telah melindungi seluruh atlet yang berlaga di Asian Games 2018, Olimpiade Tokyo 2020, PON XX Papua 2022 dan ASEAN Para Games 2022.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved