Breaking News:

Berita Denpasar

Pelatihan Tim Vaksinasi PMK di Bali, Dukung Optimalkan Herd Immunity PMK Jelang G20

Pemerintah Provinsi Bali kembali mendapat dukungan dalam program penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bali.

(Putu Yunia Andriyani)
I Wayan Sunada dalam acara Pembukaan Pelatihan Tim Vaksinasi PMK di Bali pada Kamis, 15 September 2022 di Harris Hotel & Residence 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali kembali mendapat dukungan dalam program penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bali.

Kali ini dukungan datang dari Pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Security Health Partnership (AISHP).

Dukungan direalisasikan salam bentuk Pelatihan Tim Vaksinasi PMK di Bali yang resmi dibuka pada Kamis, 15 September 2022 di Harris Hotel & Residence.

Acara dibuka oleh Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI yang hadir secara virtual.

I Wayan Sunada dalam acara Pembukaan Pelatihan Tim Vaksinasi PMK di Bali pada Kamis, 15 September 2022 di Harris Hotel & Residence
I Wayan Sunada dalam acara Pembukaan Pelatihan Tim Vaksinasi PMK di Bali pada Kamis, 15 September 2022 di Harris Hotel & Residence ((Putu Yunia Andriyani))

Hadir pula dalam acara Kepala Satgas Nasional Penanggulangan PMK, Konsulat Jenderal Australia, jajaran pemerintah Provinsi Bali, dan stakeholder terkait.

Terkait dengan PMK, pemerintah telah menerbitkan SK Menteri Pertanian RI Nomor 403 dan 404 pada 5 Mei 2022 tentang penetapan wilayah Jatim dan Aceh sebagai tempat wabah PMK.

Terbitnya SK ini secara resmi membuat Indonesia sebagai negara tertular PMK sekaligus menjadi peringatan kepada masyarakat untuk waspada.

Ditambah lagi situasi lalu lintas orang dan barang cukup tinggi terutama jelang hari raya sehingga membuat peluang tertular semakin besar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengatakan Provinsi Bali terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan PMK di Bali.

“Pertama di Gianyar pada 22 Juni 2022 sudah kami antisipasi dengan penyemprotan dan memperketat lalu lintas ternak antar wilayah di Bali.

Kami juga telah menerapkan pemotongan bersyarat terhadap hewan terkena PMK dan Bali akhirnya berhasil mencapai zero reporting case,” jelas I Wayan Sunada.

Sunada menambahkan upaya yang tidak kalah gencarnya yang dilakukan adalah vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh Hewan Rentan PMK (HRP).

Bali sendiri menargetkan vaksinasi PMK tahap 2 harus mencapai 80 persen dari HRP sebelum pelaksanaan G20 pada November mendatang.

Target ini perlu dilakukan untuk membentuk Herd Immunity terhadap PMK yang kuat di Indonesia dan menjadikan Indonesia aman sebagai tempat perhelatan G20.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved