Hacker Bjorka
Penjual Es Thai Tea Asal Madiun Ditetapkan Sebagai Tersangka Hacker Bjorka, Polisi Ungkap Perannya
Pada Jumat (14/9) kemarin, pemuda asal Madiun Muhammad Agung Hidayatulloh (21) ditetapkan sebagai tersangka.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penjual Es Thai Tea Asal Madiun Ditetapkan Sebagai Tersangka Hacker Bjorka, Polisi Ungkap Perannya
Sosok Hacker Bjorka kini sedang ramai jadi perbincangan.
Baca juga: Beredar Video Pasien Gangguan Jiwa Dobrak Pintu, Basudewa Tak Pungkiri Itu Berlokasi di RSJP Bali
Baca juga: Beredar Video Pasien Gangguan Jiwa Dobrak Pintu, Basudewa Tak Pungkiri Itu Berlokasi di RSJP Bali
Namanya semakin dikenal karena ulahnya membocorkan data sejumlah pejabat di Indonesia.
Meski akun media sosialnya kerap ditangguhkan, namun Bjorka seringkali kembali muncul dengan akun baru.
Selain menyebarkan data pribadi, Bjorka juga kerap memberi sindirian terhadap sejumlah pejabat.
Pada Jumat (14/9) kemarin, pemuda asal Madiun Muhammad Agung Hidayatulloh (21) ditetapkan sebagai tersangka.
Pemuda asal Dusun Mawatsari, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang sehari-harinya berjualan es thai tea, diduga membantu hacker anonim Bjorka untuk membuat channel di Telegram.
"Jadi timsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil mengamankan tersangka inisial MAH. Sekarang MAH statusnya tersangka dan diproses oleh timsus," kata Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/9) dilansir Tribunnews.
Ade menjelaskan peran MAH adalah menyiapkan channel Telegram bernama 'Bjorkanism'.
Channel itu diduga mengunggah seputar informasi terkait Bjorka.
"Peran tersangka merupakan bagian dari kelompok Bjorka yang berperan sebagai penyedia channel telegram dengan nama channel Bjorkanism. Selanjutnya channel telegram tersebut digunakan untuk mengupload informasi yang berada pada breadshet," ungkapnya.
Dijelaskan Ade, tersangka MAH pernah mengunggah di channel @Bjorkanism sebanyak tiga kali yaitu tanggal 8 September 2022.
Isinya terkait konten Bjorka yang berjudul Stop Being Idiot.
"Kemudian tanggal 9 September 2022 dalam tanda petik the next leaks will come from the president of Indonesia, dan tanggal 10 September 2022 dalam tanda petik to support people who has stabbling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil, i will publish myPertamina database soon. Jadi itu yang dipublish oleh tersangka tersebut," jelasnya.
Mengenai motif MAH membantu Bjorka, kata Ade, adalah karena ini menjadi terkenal dan mendapatkan uang.